CEO Binance Tolak Permintaan $40 Juta dari Mantan CEO FTX, Apa Alasannya?

CEO Binance Tolak Permintaan $40 Juta dari Mantan CEO FTX, Apa Alasannya?

Dalam dunia yang serba cepat dan penuh gejolak dari mata uang crypto, sebuah buku baru mengungkapkan bagaimana CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao, menolak permintaan dana sebesar $40 juta dari mantan CEO FTX, Sam “SBF” Bankman-Fried. Permintaan tersebut ditujukan untuk pembuatan bursa berjangka crypto pada Maret 2019.

Permintaan SBF dan Penolakan CZ

Menurut buku yang ditulis oleh Michael Lewis berjudul “Going Infinite: The Rise and Fall of a New Tycoon”, SBF mengajukan proposal untuk bursa berjangka dengan “risiko nol” dalam hal perdagangan buruk dengan leverage tinggi.

Dalam dunia crypto, pergerakan harga bisa sangat cepat dan signifikan, yang bisa meninggalkan bursa dengan hutang buruk karena kurangnya jaminan.

Baca Juga: Harga Token FTX Turun 72,52% Dalam 24 Jam, Cek Berita Lengkapnya!

Namun, FTX ingin menciptakan bursa berjangka yang akan memantau aktivitas pedagang dan segera melikuidasi posisi pengguna segera setelah perdagangan melebihi jaminan, sehingga membatasi kerugian potensial bagi bursa.

Setelah beberapa minggu mempertimbangkan proposal tersebut, CZ dilaporkan menolak permintaan pendanaan dari SBF. Keputusan ini tidak diterima dengan baik oleh SBF, yang disebut-sebut menyebut CEO Binance sebagai “douche” karena keputusannya. Setelah penolakan dari Binance, FTX kemudian menciptakan bursa berjangka FTX sendiri pada tahun 2019.

Binance dan FTX: Tujuan yang Berbeda

Binance Menilai FTX Miliki Beberapa Masalah yang Cukup Rumit
Bloomberg.com

Buku tersebut menunjukkan bahwa pada saat proposal SBF diajukan pada 2019, Binance dan FTX memiliki tujuan yang berbeda. FTX ingin melayani investor institusional, sementara Binance lebih fokus pada pelanggan ritel.

CZ kemudian memutuskan untuk menciptakan platform berjangka in-house. Tidak hanya itu, ketika krisis likuiditas FTX terungkap pada 2022, FTX kembali menghubungi Binance untuk akuisisi, namun CZ menolak, dengan alasan platform tersebut sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Paragraf Penutup

Pengungkapan terbaru ini muncul saat persidangan mantan CEO FTX dimulai di New York, di mana dia menghadapi berbagai tuduhan penipuan dan pencucian uang terkait dengan kejatuhan FTX.

Baca Juga: FTX Rilis Rencana Restrukturisasi: Rencana Reboot Bursa Offshore di Masa Depan!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi