Bank Sentral Nigeria: eNaira Tidak Mengancam Stabilitas Keuangan!

author:

Bank Sentral Nigeria: eNaira Tidak Mengancam Stabilitas Keuangan!

Bank Sentral Nigeria (CBN) menegaskan bahwa proyek eNaira mereka, salah satu mata uang digital bank sentral (CBDC) pertama di dunia, tidak mengancam stabilitas keuangan negara tersebut.

Pernyataan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap berita yang beredar di beberapa media, yang menyarankan bahwa eNaira dapat mengancam stabilitas keuangan Nigeria.

Respon CBN terhadap Klaim Media

cbn klaim cbdc tidak mengancam
Sumber: Reuters

Pada tanggal 9 Oktober 2023, CBN merilis pernyataan yang menolak klaim media tentang ancaman eNaira terhadap stabilitas keuangan. CBN tidak memberikan penjelasan yang mendalam, tetapi hanya menolak klaim tersebut dan merujuk pada “pemahaman mendalam tentang CBDC” yang tertanam dalam laporan mereka.

Baca juga: Meski Menjanjikan, Regulator Pasar Uni Eropa Beberkan ‘Risiko’ DeFi

Laporan tersebut menyoroti peningkatan adopsi eNaira secara bertahap, dengan pangsa 0,2% jika dibandingkan dengan likuiditas bank-bank Nigeria.

“Struktur eNaira terus berkembang dan mengalami modifikasi yang ditargetkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna di semua antarmuka. Kami mendorong masyarakat Nigeria untuk menggunakan teknologi ini, antara lain untuk inklusi keuangan yang lebih besar.”

Perbedaan antara CBDC dan Cryptocurrency

CBN menjelaskan bahwa CBDC dan crypto adalah dua hal yang berbeda, sehingga spekulasi pasar crypto yang menjadi dasar berita palsu tidak berlaku untuk penggunaan CBDC.

Direktur Komunikasi Korporat CBN, Dr. Isa Abdulmumin, menambahkan bahwa ada kurangnya pemahaman tentang CBDC di balik berita tentang eNaira sebagai ancaman potensial terhadap stabilitas keuangan negara.

CBDC dan Dampaknya terhadap Stabilitas Keuangan

Meski beberapa berita cukup berlebihan, sentimen dasar bahwa eNaira dapat mempengaruhi stabilitas keuangan bukanlah tanpa dasar. Akun CBDC dapat menggantikan deposit bank tradisional, yang dapat mengurangi peran bank komersial.

Hal ini akan mengarah pada sentralisasi yang lebih besar, dengan implikasi signifikan bagi stabilitas keuangan. Itulah sebabnya banyak bank sentral merencanakan batas kepemilikan CBDC.

Nigeria adalah negara Afrika pertama yang meluncurkan CBDC, dan keberhasilan eNaira dapat menjadi preseden untuk adopsi dan desain CBDC di seluruh benua. Bank Sentral Nigeria saat ini sedang mengeksplorasi fungsi programabilitas, yang dapat membuat eNaira lebih ramah pengguna dan meningkatkan efisiensi pengeluaran bantuan pemerintah.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: