Bank Sentral Singapura: CBDC Dapat Mengungguli BTC dan Ethereum, Kok Bisa?

author:

Bank Sentral Singapura: CBDC Dapat Mengungguli BTC dan Ethereum, Kok Bisa?

Apakah kamu siap menyaksikan revolusi mata uang digital yang akan mengubah peta keuangan dunia? Ravi Menon, kepala bank sentral Singapura, telah mengungkapkan bahwa mata uang digital bank sentral atau CBDC, bersama dengan stablecoins yang diatur dengan baik, akan menjadi pilar utama sistem moneter masa depan, menggantikan crypto seperti Bitcoin dan Ethereum yang dianggap gagal memenuhi fungsi uang.

CBDC: Kandidat Kuat Pengganti Crypto Swasta

ravi menon
Ravi Menon – Sumber: SCMP

Menurut Ravi Menon, crypto swasta tidak mampu mempertahankan nilai dan gagal menjadi alat tukar yang stabil. CBDC, di sisi lain, dirancang untuk mengatasi kelemahan ini dengan menawarkan stabilitas dan kepercayaan yang sama seperti mata uang konvensional.

Baca juga: Regulator China Berpendapat bahwa Fitur CBDC dapat Meningkatkan Kebijakan Moneter!

Menon menekankan bahwa CBDC akan menjadi komponen kunci dalam sistem moneter yang akan datang, didukung oleh teknologi tokenisasi dan regulasi yang ketat. CBDC diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang belum terpenuhi oleh mata uang konvensional.

Dengan memanfaatkan teknologi dan infrastruktur yang sudah ada, CBDC dapat menawarkan solusi yang lebih aman dan mudah diakses. Menon juga menyoroti pentingnya keamanan siber dan ketahanan sistem untuk membangun kepercayaan pengguna terhadap CBDC.

Stablecoins yang Diatur: Alternatif yang Menjanjikan

masa depan cbdc dan crypto
Sumber: PYMNTS

Stablecoins yang diatur dengan baik dipandang sebagai alternatif yang menjanjikan untuk crypto swasta yang volatil. Menon berpendapat bahwa stablecoins yang mematuhi regulasi yang ketat dapat menawarkan kestabilan yang diperlukan untuk transaksi keuangan sehari-hari. Ini akan memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi dengan keyakinan bahwa nilai aset mereka tidak akan terpengaruh oleh fluktuasi pasar yang ekstrem.

Selain itu, stablecoins yang diatur dapat berfungsi sebagai jembatan antara dunia crypto dan sistem keuangan tradisional. Dengan adanya regulasi yang tepat, stablecoins dapat menjadi alat pembayaran yang dapat diandalkan dan diterima secara luas, memungkinkan integrasi yang lebih mulus dengan ekonomi digital yang berkembang.

Baca juga: Bank Sentral Singapura Menguji Coba CBDC Grosir Langsung!

Bitcoin dan Ethereum: akankah Mereka Bertahan?

Meskipun Bitcoin dan Ethereum telah menjadi topik hangat dalam beberapa tahun terakhir, volatilitas dan kurangnya nilai intrinsik mereka menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan mereka sebagai uang.

Menon menegaskan bahwa crypto seperti Bitcoin dan Ethereum lebih banyak digunakan untuk spekulasi daripada sebagai media pertukaran yang andal. Ini menimbulkan keraguan tentang masa depan mereka dalam sistem moneter yang semakin diatur. Ravi Menon juga menyoroti kesalahpahaman umum dengan menyebut Bitcoin sebagai crypto ‘privat’, padahal sebenarnya Bitcoin beroperasi pada blockchain publik yang transparan.

Kesalahan klasifikasi ini menunjukkan perlunya pemahaman yang lebih mendalam tentang aset digital dan diskusi yang lebih matang tentang ekosistem crypto yang beragam.

Secara keseluruhan, pandangan Ravi Menon memberikan wawasan penting tentang perspektif regulasi yang berkembang terhadap aset digital. Meskipun ada kebenaran dalam kritiknya terhadap sifat spekulatif mata uang digital seperti Bitcoin, penggolongan Bitcoin sebagai entitas privat menunjukkan perlunya diskusi yang lebih luas tentang ekosistem aset digital yang beragam.

Apakah CBDC dan stablecoins yang diatur akan menjadi jawaban untuk masa depan keuangan digital yang stabil dan terintegrasi?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: