CBDC Open-Source: Tidak Menjamin Perlindungan dari Pemerintah

CBDC Open-Source: Tidak Menjamin Perlindungan dari Pemerintah

Jakarta, Pintu News – Mata uang digital bank sentral (CBDC) semakin menjadi perhatian publik. Namun, banyak yang khawatir bahwa CBDC dapat disalahgunakan oleh pemerintah untuk mengontrol dan memata-matai warganya.

Untuk mengatasi kekhawatiran ini, beberapa pembuat kebijakan mulai mempertimbangkan penggunaan kode open-source untuk menawarkan transparansi dan memenangkan kepercayaan publik. Meskipun transparansi itu penting, tetapi bukan jaminan keamanan. Simak berita lengkapnya disini!

Keterbatasan Kode Open-Source

Memublikasikan kode sumber secara terbuka memiliki banyak keuntungan. Salah satunya adalah membuka peluang untuk audit eksternal. Dengan begitu, kerentanan yang tidak terlihat oleh perancang asli dapat ditemukan.

Namun, dalam konteks CBDC, kode open-source tidak cukup untuk mengatasi masalah yang ada. Sebagai contoh, pada tahun lalu, bank sentral Brasil menerbitkan kode sumber untuk proyek CBDC-nya.

Hanya dalam empat hari, publik menemukan bahwa CBDC tersebut memiliki alat untuk pengawasan dan kontrol yang tertanam dalam kodenya. Jika ini terjadi pada mata uang kripto terdesentralisasi, pengguna dapat membuat jalur baru dan mem-fork rantai, atau tidak menggunakannya sama sekali.

Baca Juga: Worldcoin Buat Software Orb Menjadi Open-Source, Mengimplementasikan ‘Hak Asuh Pribadi’

Transparansi Tidak Cukup

Tantangan Pembayaran Offline CBDC Swedia: Antara Keamanan dan Kemudahan Penggunaan
Sumber: CryptoSlate

Transparansi memang membantu untuk memahami cara kerja sistem, tetapi tidak banyak membantu warga negara yang ingin mengubah sistem tersebut. Bank sentral sering kali dipimpin oleh pejabat yang tidak dipilih oleh publik dan tidak bertanggung jawab kepada publik.

Warga negara dapat memilih mata uang alternatif, tetapi pemerintah sering kali mencoba untuk menghentikan persaingan mata uang. Jadi, meskipun transparansi membantu untuk memahami bagaimana pemerintah menjalankan sistem pengawasan keuangan yang luas, transparansi saja tidak cukup untuk memperbaiki masalah.

Contoh lain mengapa kode open-source bukanlah solusi ajaib untuk memperbaiki CBDC dapat dilihat di Norwegia. Bank sentral Norwegia juga menerbitkan kode sumber di balik proyek CBDC-nya. Namun, masalahnya sedikit berbeda – ini menunjukkan bahwa apa yang bersifat open-source hari ini mungkin tidak bersifat open-source besok.

Baca Juga: Uniswap Labs dalam Bidikan SEC: Kekhawatiran Tanggung Jawab Kode Open-Source!

Janji-janji Palsu

Pengalaman di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa pernyataan sebelumnya tidak mewakili komitmen masa depan terhadap teknologi open-source. Federal Reserve telah melakukan penelitian dan uji coba CBDC selama bertahun-tahun. Namun, salah satu proyek penting adalah kolaborasi dengan MIT.

Disebut sebagai “Proyek Hamilton,” proyek ini menghasilkan model CBDC open-source. Namun, tidak ada yang mengikat Federal Reserve pada hasil Proyek Hamilton atau model sumber terbuka lainnya. Bahkan, Federal Reserve tampaknya telah meninggalkan proyek tersebut.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi