Mata Uang Digital Bank Sentral Asing Bisa Menggerus Dominasi Dolar AS?

Mata Uang Digital Bank Sentral Asing Bisa Menggerus Dominasi Dolar AS?

Dewan Gubernur Sistem Federal Reserve Amerika Serikat (AS) baru-baru ini merilis sebuah laporan penelitian yang menyoroti dampak potensial mata uang digital bank sentral (CBDC) asing dan stablecoin terhadap peran dolar AS sebagai mata uang internasional.

Laporan tersebut mencatat bahwa meskipun dolar AS tidak mungkin kehilangan statusnya sebagai penyimpan nilai global, namun penggunaannya sebagai alat tukar internasional dapat terkikis oleh munculnya CBDC asing yang besar dan stabil. Para analis di Federal Reserve juga menyoroti risiko privasi dan sentralisasi yang terkait dengan CBDC, serta potensi dampak negatifnya terhadap sistem keuangan global. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Risiko terhadap Dolar AS

Laporan tersebut mengidentifikasi beberapa risiko utama yang dapat ditimbulkan oleh CBDC asing terhadap dolar AS.

Pertama, CBDC asing yang besar dan stabil dapat mengurangi permintaan dolar AS sebagai alat tukar internasional. Hal ini karena CBDC tersebut dapat menawarkan alternatif yang lebih efisien dan aman untuk melakukan transaksi lintas batas.

Kedua, CBDC asing dapat memberikan pemerintah asing lebih banyak kontrol atas aliran modal internasional. Hal ini dapat berdampak negatif pada ekonomi AS jika pemerintah asing menggunakan CBDC mereka untuk membatasi akses ke pasar mereka atau untuk memanipulasi nilai tukar.

Ketiga, CBDC asing dapat meningkatkan risiko privasi dan keamanan. CBDC adalah mata uang digital yang terpusat, yang berarti bahwa pemerintah memiliki akses penuh ke data transaksi pengguna. Hal ini dapat menimbulkan risiko penyalahgunaan data oleh pemerintah atau peretas.

Baca Juga: Mata Uang Digital untuk Kepulauan Pasifik: IMF Sarankan Desain Hati-hati dan Pengenalan Lambat

Risiko terhadap Sistem Keuangan Global

Laporan tersebut juga menyoroti potensi dampak negatif CBDC asing terhadap sistem keuangan global.

Pertama, CBDC asing dapat menyebabkan fragmentasi sistem pembayaran internasional. Hal ini karena setiap negara akan memiliki CBDC sendiri, yang dapat membuat transaksi lintas batas menjadi lebih rumit dan mahal.

Kedua, CBDC asing dapat meningkatkan risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme. Hal ini karena CBDC dapat digunakan untuk melakukan transaksi secara anonim, yang dapat menyulitkan pihak berwenang untuk melacak aktivitas keuangan yang mencurigakan.

Ketiga, CBDC asing dapat menyebabkan ketidakstabilan keuangan. Hal ini karena pemerintah dapat menggunakan CBDC mereka untuk membiayai pengeluaran pemerintah atau untuk memanipulasi nilai tukar, yang dapat memicu ketidakstabilan ekonomi.

Kesimpulan

Laporan dari Dewan Gubernur Sistem Federal Reserve AS menyoroti potensi dampak negatif dari CBDC asing dan stablecoin terhadap peran dolar AS sebagai mata uang internasional. Pemerintah AS perlu mempertimbangkan dengan cermat potensi risiko dan manfaat dari menerbitkan CBDC sendiri sebelum mengambil keputusan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi