Jadi Analis Supply Chain vs Analis On-Chain: Ini Dia Kemampuan Utama yang Kamu Butuhkan!

Jadi Analis Supply Chain vs Analis On-Chain: Ini Dia Kemampuan Utama yang Kamu Butuhkan!

Dalam dunia bisnis dan teknologi, analis memainkan peran penting dalam menginformasikan keputusan strategis dan operasional.

Dua profesi analis yang sedang naik daun adalah analis supply chain dan analis on-chain. Meskipun keduanya berfokus pada analisis, mereka memiliki fokus dan keterampilan yang berbeda.

Kemampuan Analis On-chain

Pengetahuan Blockchain: Seorang analis on-chain harus memahami teknologi blockchain dengan mendalam. Mereka harus memahami nuansa antara transaksi Ethereum dan Bitcoin dan harus memahami alat seperti Artemis, TokenTerminal, dan DefiLlama.

Kemampuan Analisis Data: Analis on-chain harus mampu menganalisis data untuk memaksimalkan efisiensi supply chain dan menjaga biaya tetap rendah. Mereka juga harus memiliki pemahaman yang kuat tentang statistik dan metode kuantitatif.

Baca Juga: Aktivitas On-Chain Melonjak dan Tertinggi dalam 2 Bulan Terakhir, Chainlink (LINK) Berpotensi Bullish?

Keterampilan Komunikasi dan Kerja Sama Tim: Analis oon-chain harus mampu berkomunikasi dengan efektif dan bekerja dengan baik dalam tim. Mereka juga harus memiliki keterampilan organisasi yang baik dan kemampuan untuk mengelola banyak proyek sekaligus.

Kemampuan Analis Supply Chain

supply chain
Converged by Propel – Propel Software

Kemampuan Analisis Data: Seperti analis on-chain analis supply chain juga memerlukan kemampuan analisis data yang kuat. Mereka harus menggunakan alat ERP seperti SAP atau Salesforce untuk mengelola dan memproses data.

Kemampuan Matematika dan Interpersonal: Analis supply chain harus memiliki kemampuan matematika yang kuat untuk menghitung biaya dan data penghematan. Selain itu, mereka harus memiliki keterampilan interpersonal yang baik untuk bekerja dengan berbagai pihak.

Keterampilan Negosiasi dan Kepemimpinan: Analis supply chain seringkali terlibat dalam negosiasi dan harus memiliki keterampilan negosiasi yang baik. Selain itu, mereka harus memiliki kualitas kepemimpinan untuk mengelola operasi dan mengarahkan tim menuju pencapaian tujuan.

Baca Juga: TON Blockchain Bawa Revolusi dengan Fitur Pesan Terenkripsi On-Chain Baru!

Baik menjadi analis supply chain maupun analis on-chain memerlukan keterampilan dan pengetahuan khusus.

Namun, dengan pendidikan dan pelatihan yang tepat, kamu dapat mempersiapkan diri untuk karier yang sukses di salah satu bidang ini.

Penting untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan kamu untuk tetap relevan di industri yang terus berubah.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.