Larangan Dolar AS di Irak: Langkah Menuju Penguatan Dinar dan Keinginan Bergabung dengan BRICS

Larangan Dolar AS di Irak: Langkah Menuju Penguatan Dinar dan Keinginan Bergabung dengan BRICS

Kementerian Dalam Negeri Irak telah menetapkan larangan terhadap transaksi dolar AS di seluruh negeri dalam upaya untuk memperkuat Dinar Irak.

Langkah ini bertujuan untuk mengendalikan fluktuasi tingkat pertukaran pasar gelap yang telah merusak harga forex untuk Yuan Cina dan USD.

Langkah ini juga akan membantu meningkatkan mata uang asli karena dolar AS akan mundur di seluruh negeri.

Keputusan untuk melarang dolar datang pada saat Irak menyatakan minatnya untuk bergabung dengan aliansi BRICS.

Dampak Penggunaan Mata Uang Lokal pada Perdagangan Internasional

Dalam pembaruan terbaru, Mesir akan menyelesaikan perdagangan dengan Cina, Rusia, dan India, menggunakan mata uang asli masing-masing negara.

Mesir akan membayar Rubel Rusia untuk menyelesaikan perdagangan dengan Rusia dan membayar dengan Yuan Cina untuk bisnis dengan Cina.

Baca Juga: BRICS dan Bitcoin: Apakah Ini Kunci untuk Menjatuhkan Dominasi Dolar AS?

Demikian juga, akan membayar dengan Rupee India saat membayar barang dan jasa yang dilakukan dengan India. Dolar AS tidak lagi berperan dalam transaksi lintas batas di antara negara-negara ini.

Barat Mulai Menyelesaikan Transaksi dengan Mata Uang BRICS

Mata uang digital China
(asiatimes.com)

Selain itu, Prancis menjadi negara Eropa pertama yang meninggalkan dolar AS untuk perdagangan gas LNG dengan Cina.

Prancis menyelesaikan pembayaran dengan membayar dengan Yuan Cina dan bukan dolar. Langkah ini menandai pergeseran dalam transaksi global dan ekonomi Barat sekarang membayar dengan mata uang lokal negara-negara BRICS.

Peran Mata Uang BRICS dalam Menantang Dominasi Dolar AS

Cina dan Rusia meyakinkan beberapa negara untuk menyelesaikan perdagangan dengan Yuan Cina dan bukan dolar AS. Rusia baru-baru ini mendekati Arab Saudi dan mendesak negara kaya minyak itu untuk menerima mata uang BRICS setelah peluncurannya.

Arab Saudi adalah eksportir minyak terbesar ke AS dan Eropa dan jika mereka memaksa Barat untuk menyelesaikan pembayaran dengan mata uang BRICS, dolar AS, Euro, dan Pound bisa terkena dampak.

Baca Juga: Arab Saudi Bergabung dengan BRICS: Pergeseran Kekuatan Finansial Global?

KTT BRICS berikutnya akan diadakan pada Agustus di Afrika Selatan. Blok lima negara ini akan bersama-sama memutuskan pembentukan mata uang baru di KTT. Nasib dolar akan diuji ketika mata uang diluncurkan di pasar internasional.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: