Klaim Peretasan Bitfinex Dibantah Keras Oleh CTO? Ini Katanya!

Klaim Peretasan Bitfinex Dibantah Keras Oleh CTO? Ini Katanya!

Jakarta, Pintu News – Paolo Ardoino, Chief Technology Officer (CTO) Bitfinex, baru-baru ini membantah rumor adanya peretasan data dalam skala besar yang menimpa platform bursa kripto tersebut.

Bantahan ini muncul setelah kelompok peretas yang menamakan diri FSOCIETY mengklaim telah berhasil membobol sistem keamanan dan memperoleh data sensitif dari beberapa entitas, termasuk Bitfinex. Simak berita lengkapnya disini!

Klaim Peretasan Data Bitfinex: Sebuah Upaya Penyebaran FUD

Pada tanggal 26 April lalu, FSOCIETY mengunggah pernyataan di situs web gelap mereka bahwa mereka telah berhasil meretas sejumlah entitas, termasuk Bitfinex, Rutgers University, SBCGlobal, dan Coinmoma (kemungkinan salah eja dari bursa kripto Coinmama).

Dalam pesannya kepada para korban yang diduga, FSOCIETY memberikan ultimatum selama tujuh hari bagi setiap organisasi untuk melakukan pembayaran dalam jumlah besar agar terhindar dari kebocoran data sensitif.

Meskipun batas waktu satu minggu telah berlalu, tidak satu pun dari organisasi tersebut yang mengonfirmasi adanya pelanggaran server atau pembayaran tebusan.

Baca Juga: Kerugian Peretasan Crypto di Q1 2024 Menurun Sebesar 23%

Menanggapi hal ini, Paolo Ardoino selaku CTO Bitfinex angkat bicara melalui platform X pada hari Sabtu, 4 Mei. Ia menyatakan bahwa kelompok peretas tersebut tidak pernah menghubungi Bitfinex secara langsung terkait dengan adanya pelanggaran data. Pihak Bitfinex sendiri baru mengetahui adanya klaim tersebut pada hari Jumat, 3 Mei.

Ardoino juga mengungkapkan bahwa dari 22.500 email yang diduga dicuri, hanya 5.000 yang cocok dengan data pelanggan Bitfinex. Ia menduga bahwa para peretas hanya mengumpulkan database email/kata sandi dari berbagai peretasan kripto.

Dugaan Peretasan Data Hanya Sebuah Strategi Pemasaran

dugaan peretasan bitfinex
Sumber: Akun X Paolo Ardoino

Dalam unggahan lanjutan di platform X, Paolo Ardoino membagikan pesan dari seorang peneliti keamanan independen terkait dengan insiden dugaan pelanggaran data tersebut.

Menurut penyelidik yang tidak disebutkan namanya itu, klaim peretasan data oleh FSOCIETY hanyalah sebuah tipu muslihat untuk memasarkan produk ransomware mereka.

Dengan adanya pengungkapan ini, Ardoino mempertanyakan kredibilitas klaim mereka tentang peretasan terhadap berbagai organisasi. “Jika mereka benar-benar meretas Bitfinex, apakah mereka benar-benar perlu menjual barang seharga $299?,” kata CTO tersebut.

Baca Juga: Upaya Peretasan Bitfinex Gagal: Transaksi XRP Senilai $15 Miliar Tidak Berhasil

Bitfinex Pastikan Keamanan Dana Pengguna

Paolo Ardoino menegaskan bahwa Bitfinex akan terus mengevaluasi situasi untuk memastikan tidak ada celah keamanan yang terlewatkan. Ia juga meyakinkan para pengguna bahwa semua dana mereka aman.

Ardoino menambahkan bahwa Bitfinex memiliki sistem KYC dengan batas kecepatan yang ketat, sehingga tidak memungkinkan pengunduhan data dalam jumlah besar.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi