Bitcoin Dip Mengintai, Investor Crypto Diharapkan Siap-siap?

Bitcoin Dip Mengintai, Investor Crypto Diharapkan Siap-siap?

Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) sedang mengalami pergerakan yang lambat dan lesu. Analis memprediksi bahwa dalam dua minggu ke depan, harga BTC akan mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini sesuai dengan pola klasik pasca-halving Bitcoin.

Pergerakan Harga Bitcoin

Berdasarkan data dari Cointelegraph Markets Pro dan TradingView, harga BTC bergerak dalam kisaran yang sempit setelah mencapai titik tertinggi di $65.300. Pergerakan harga ini terjadi di tengah data ekonomi makro yang tidak stabil dan kinerja yang buruk dari exchange-traded fund (ETF) Bitcoin di Amerika Serikat.

Baca Juga: Token W dari Wormhole Meluncur di Beberapa Blockchain, Mengubah Cara Interaksi Blockchain!

ETF Bitcoin mengalami arus keluar bersih lebih dari $200 juta pada hari sebelumnya, yang menghapus harapan awal untuk minggu ini. James Seyffart, seorang analis ETF di Bloomberg, menggambarkan situasi ini sebagai “hari yang buruk bagi Cointucky derby dan ETF Bitcoin”.

Prediksi Analis

Analis populer Rekt Capital memberikan batas waktu dua minggu untuk terjadinya penurunan harga BTC yang lebih signifikan. Dalam analisisnya, ia membandingkan perilaku harga BTC selama halving 2024 dengan norma historis.

Rekt Capital menjelaskan bahwa Bitcoin telah memasuki ‘Zona Bahaya’ pasca-halving dan sangat dekat dengan Range Low. Ia memperingatkan bahwa penurunan harga BTC yang lebih dalam dapat terjadi dalam dua minggu ke depan.

Cboe Global Markets Merestrukturisasi Operasi Perdagangan Digital

Cboe Global Markets mengumumkan rencana untuk merestrukturisasi divisi perdagangan aset digitalnya. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengintegrasikan dan menghilangkan beberapa operasi agar lebih selaras dengan permintaan pasar crypto dan lanskap regulasi.

Reorganisasi ini akan memisahkan perdagangan derivatif aset digital dari Cboe Digital dan akan dimasukkan ke dalam bisnis Cboe Global Derivatives and Clearing lainnya. Kontrak berjangka Bitcoin dan Ether yang diselesaikan secara tunai akan bermigrasi dari Cboe Digital Exchange ke Cboe Futures Exchange pada awal tahun 2025, tergantung pada persetujuan peraturan dan perusahaan.

Konsolidasi ini diperkirakan akan menghasilkan efisiensi keuangan yang substansial, dengan proyeksi penghematan tahunan antara $11 juta dan $15 juta mulai tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari tinjauan strategis komprehensif yang dilakukan oleh Cboe sebagai respons terhadap skenario peraturan yang rumit seputar aset digital.

Penutup

Keputusan Cboe mencerminkan respons yang bijaksana terhadap tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh pasar aset kripto, terutama setelah akuisisi ErisX pada Mei 2022, tepat sebelum apa yang disebut ‘musim dingin kripto’.

Presiden Cboe Global Markets, David Howson, menekankan pertumbuhan permintaan yang berkelanjutan untuk derivatif aset digital yang diperdagangkan di bursa, yang penting untuk mengelola eksposur kripto dan meningkatkan efisiensi modal dan operasional.

Baca Juga: Peraturan DeFi Uni Eropa Siap Menyambut Bank Besar, Tantangan bagi Proyek Crypto!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi