Bitcoin Melonjak, Pemerintah AS Pantau Konsumsi Energi Penambang Crypto Lokal!

Bitcoin Melonjak, Pemerintah AS Pantau Konsumsi Energi Penambang Crypto Lokal!

Cryptocurrency kembali menjadi sorotan setelah harga Bitcoin (BTC) melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini memicu kekhawatiran tentang peningkatan konsumsi energi yang signifikan dari aktivitas penambangan Bitcoin.

Sebagai respons, Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Departemen Energi (DOE) mengambil langkah cepat untuk memantau konsumsi energi penambang crypto lokal.

DOE AS Minta Data Konsumsi Energi Penambang Crypto

DOE AS telah mengumumkan bahwa mereka akan mengumpulkan data tentang konsumsi energi penambang crypto di Amerika Serikat mulai minggu depan. Langkah ini diambil setelah adanya permintaan darurat dari Badan Informasi Energi (EIA) – lembaga statistik DOE – yang menyatakan bahwa kenaikan harga Bitcoin baru-baru ini dapat mendorong peningkatan aktivitas penambangan crypto dan konsumsi listrik.

Baca Juga: FCC Berencana Melarang Robocall Berbasis AI! Kemajuan Teknologi Terhambat Regulasi?

EIA akan melakukan survei sementara untuk mengukur penggunaan listrik perusahaan penambang crypto lokal selama enam bulan ke depan. Penambang diwajibkan untuk memberikan rincian terkait penggunaan energi mereka. Selain itu, EIA juga akan mengumpulkan komentar publik mengenai konsumsi energi penambang crypto.

Kekhawatiran Energi dan Dampak Lingkungan

energi nuklir
Daily Sabah

Peningkatan konsumsi energi dari aktivitas penambangan crypto telah menjadi perhatian utama pemerintah AS. Amerika Serikat menjadi pusat penambangan crypto terbesar di dunia setelah Tiongkok melarang aktivitas tersebut pada tahun 2021. Hal ini memicu kekhawatiran tentang dampak lingkungan dan emisi bahan bakar fosil dari penambangan crypto.

Pada tahun 2022, anggota parlemen AS mengadakan sidang kongres untuk menyelidiki industri penambangan crypto terkait dengan penggunaan energi dan emisi bahan bakar fosil. Pada awal tahun 2023, Kongres meminta Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) untuk menyelidiki dampak penambangan crypto terhadap lingkungan.

Rencana Pajak Tambahan untuk Penambang Crypto

Presiden AS Joe Biden juga telah mengusulkan penerapan pajak tambahan sebesar 30% pada biaya listrik penambang crypto untuk mengurangi aktivitas penambangan di negara tersebut. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi masalah konsumsi energi yang berlebihan dan dampak lingkungan dari penambangan crypto.

Menurut data dari Cambridge University’s Bitcoin Electricity Consumption Index, penambang Bitcoin secara global diperkirakan telah mengonsumsi 121,13 terawatt-jam listrik pada tahun 2023. Angka ini merupakan rekor tertinggi sejak data mulai dicatat pada tahun 2010. Sebagai perbandingan, konsumsi listrik negara Belgia pada tahun 2022 tercatat sebesar 93,8 terawatt-jam.

Paragraf Penutup

Langkah Pemerintah AS untuk memantau konsumsi energi penambang crypto menunjukkan keseriusan dalam mengatasi dampak lingkungan dan energi dari aktivitas penambangan crypto. Dengan mengumpulkan data dan informasi, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk mengatur industri penambangan crypto dan memastikan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga: Binance Luncurkan Marketplace untuk Token Inskripsi, Apa Saja Fitur dan Keunggulannya?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi