Kalahkan S&P 500, Emas, dan Real Estate, Bitcoin (BTC) Jadi Aset Dengan Performa Terbaik di Tahun 2023? Ini Datanya

author:

Array

Kalahkan S&P 500, Emas, dan Real Estate, Bitcoin (BTC) Jadi Aset Dengan Performa Terbaik di Tahun 2023? Ini Datanya

Dilansir dari Watcher Guru (26/1/23), sejauh ini, raksasa perbankan, Goldman Sachs, telah menempatkan Bitcoin (BTC) sebagai aset dengan kinerja terbaik pada tahun 2023. Menurut laporan terbaru dari perusahaan tersebut, berdasarkan kinerja aset dari tahun ke tahun, Goldman Sachs mencatat bahwa BTC berkinerja lebih baik daripada S&P 500, emas, real estate, dan Nasdaq 100.

Bitcoin Raih Peringkat 1

Bitcoin Raih Peringkat 1
Sumber: Goldman Sachs

Mengutip dari News Btc (26/1/23), menurut Goldman Sachs, sejauh ini Bitcoin telah mengungguli beberapa mata uang crypto dan institusi keuangan utama di pasar tradisional dengan tingkat pengembalian lebih dari 27%, yang disesuaikan dengan risiko (rasio Sharpe) sebesar 3,1.

Secara singkat, rasio Sharpe digunakan untuk mengukur kinerja yang disesuaikan dengan volatilitas pasar. Semakin tinggi rasionya, semakin baik investasi, mata uang, atau saham dalam hal pengembalian yang disesuaikan dengan risiko.

Berdasarkan data di atas, BTC telah mengungguli Indeks Pasar Negara Berkembang MSCI; teknologi informasi (TI); Obligasi AS 10 tahun; minyak mentah; dan aset lainnya.

Menurut Watcher Guru, setelah bertahun-tahun skeptis tentang mata uang crypto dan mengkritik aset digital, Goldman Sachs menambahkan Bitcoin ke dalam laporan kinerjanya pada awal 2021. Tak hanya itu, Goldman Sachs bahkan memperkenalkan layanan crypto untuk kliennya yang memiliki kekayaan yang tinggi pada Q2 2022.

Bitcoin Memimpin Pemulihan Pasar Secara Luas?

Berdasarkan laporan News Btc, dalam jangka waktu yang lebih pendek, Bitcoin melanjutkan upayanya untuk merebut kembali wilayahnya yang hilang. Perlahan tapi pasti, Bitcoin mencoba untuk menembus di atas level resistance $23.800. Lebih lanjut, Bitcoin tampaknya mengalami pullback yang sehat di bawah garis resistance untuk mencari momentum bullish.

Sehabis mengalami krisis karena runtuhnya FTX dan ekonomi dunia, market telah mencatat kembalinya para pelaku pasar di bursa mata uang crypto. Data dari CoinMarketCap menunjukkan bahwa di tahun baru ini, Bitcoin dan pasar dimulai dengan positif bersamaan dengan tercatatnya $200 miliar pada volume dan volatilitas.

Baca juga: Harga Bitcoin Naik 27%, Para Whale Masih Ogah Jual Kepemilikan Bitcoin-nya! Nah Loh, Ada Apa?

Prediksi Harga Bitcoin Menurut Para Analis

Sumber: Twitter

Dalam tweet yang diunggah 24 Januari 2023, analis Michael van de Poppe menerbitkan sebuah grafik bitcoin yang menunjukkan ke mana arah harga bitcoin, setelah gagal memantapkan diri di atas level harga $23,100. Van de Poppe memperkirakan bahwa, jika mata uang crypto yang dominan ini bertahan di level tertinggi yang lebih rendah, maka harganya dapat jatuh ke level $22,300 dan bertahan di level tersebut untuk sementara waktu.

Sebaliknya, analis mata uang crypto Kaleo, mengindikasikan dalam sebuah tweet bahwa ia memperkirakan harga BTC akan mencapai $30,000 dalam beberapa hari mendatang.

Prediksi Harga Bitcoin
Sumber: Twitter

Menurut prediksinya, angka tersebut merupakan “magnet” yang berarti kenaikan harga Bitcoin akan “segera terjadi”.

Meski begitu, Kaleo menekankan bahwa dalam jangka pendek, akan ada penurunan di bawah $20,000, sebelum memantul kembali ke arah $30,000.

Belum lama ini, diberitakan bahwa Elon Musk akan mempertahankan Bitcoin-nya meskipun terjadi gejolak pasar. Selain itu, Tesla, perusahaan milik Elon Musk ini diketahui telah mempertahankan kepemilikan Bitcoin-nya hingga Q3 tahun lalu setelah menjual 75% Bitcoin-nya selama kuartal kedua. Baca selanjutnya di Ogah Jual BTC! Elon Musk Pertahankan Bitcoin-nya Meskipun Gejolak Pasar Terjadi.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Array