Bitcoin Buat Pola ‘Death Cross’: Apakah Ini Awal dari Pasar Bearish atau Peluang Bull Run Baru?

Bitcoin Buat Pola ‘Death Cross’: Apakah Ini Awal dari Pasar Bearish atau Peluang Bull Run Baru?

Bitcoin, cryptocurrency paling populer di dunia, saat ini berada di persimpangan jalan. Dengan pembentukan pola ‘Death Cross’ di grafik harga, banyak yang khawatir tentang masa depan crypto ini. Namun, ada juga indikasi positif yang mungkin menunjukkan bahwa Bitcoin masih memiliki potensi untuk bangkit kembali. Simak berita lengkapnya berikut ini!

‘Death Cross’: Tanda Bahaya bagi Bitcoin?

grafik bitcoin death cross
Sumber: Steven Erhlich

‘Death Cross’ adalah fenomena di mana rata-rata bergerak jangka pendek dari sebuah aset jatuh di bawah rata-rata bergerak jangka panjangnya. Dalam hal Bitcoin, rata-rata bergerak 50 hari telah melintasi di bawah rata-rata bergerak 200 hari.

Pola ini sering dianggap sebagai indikator bearish, menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut dalam harga. Faktor yang mendukung pandangan bearish ini adalah penurunan likuiditas di pasar crypto dalam beberapa minggu terakhir.

Menurut data dari Glassnode, volume baik di rantai maupun di luar rantai mendekati titik terendah sepanjang masa. Penurunan lebih lanjut dalam harga Bitcoin dapat menyebabkan sebagian besar pasokan mengalami kerugian yang belum direalisasi, menandakan awal dari pasar beruang.

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin September 2023: Bisa Turun ke Rp335 Juta? Ini 3 Hal yang Perlu Diketahui!

Harapan untuk Bull Run: Dukungan ‘Double Top’

grafik double top bitcoin
Sumber: Akun Twitter Trader Tardigrade

Meskipun ada kekhawatiran tentang ‘Death Cross’, Bitcoin juga menunjukkan pola dukungan yang dikenal sebagai ‘Double Top’. Ini berarti Bitcoin saat ini memiliki dukungan dengan resistensi dari dua puncak.

Trader Tardigrade, seorang influencer crypto, menyatakan bahwa jika dukungan di zona saat ini bertahan, kita mungkin akan melihat bull run yang signifikan.

Pola ‘Double Top’ ini memberikan harapan bagi para investor dan trader bahwa, meskipun ada indikasi bearish, masih ada potensi untuk pertumbuhan dan kenaikan harga.

Baca Juga: Bitcoin di Bulan September: Antara Ketidakpastian ETF dan Harapan di Bulan Oktober!

Dampak Pasar FX dan Harga Energi pada Bitcoin

Pasar valuta asing (FX) saat ini dipengaruhi oleh kenaikan harga energi. Dengan status AS sebagai eksportir netto energi, dolar AS berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi kenaikan harga energi.

Analisis dari ING menunjukkan bahwa ancaman nyata terhadap dolar dalam jangka pendek mungkin akan datang dari penilaian ulang drastis terhadap prospek pertumbuhan.

Dengan pertimbangan ini, dinamika pasar FX dan energi dapat memiliki dampak langsung atau tidak langsung pada harga Bitcoin dan pasar crypto secara keseluruhan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: