Bitcoin Halving: Siapa Pemenang Terbesar?

Bitcoin Halving: Siapa Pemenang Terbesar?

Jakarta, Pintu News – Bitcoin, mata uang crypto terbesar di dunia, baru saja mengalami peristiwa halving. Halving Bitcoin adalah peristiwa di mana hadiah yang diberikan kepada penambang Bitcoin dipotong setengah.

Peristiwa ini terjadi setiap 210.000 blok, atau sekitar empat tahun sekali. Halving terakhir terjadi pada 11 Mei 2020, dan hadiah blok Bitcoin dipotong dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC. Peristiwa ini berdampak pada beberapa kelompok pelaku pasar Bitcoin, termasuk whale lama, whale baru, penambang kecil, dan penambangan Bitcoin besar.

Whale Lama dan Penambang Meraup Untung Besar

Menurut data dari perusahaan analitik crypto CryptoQuant, whale lama, atau investor Bitcoin yang sudah lama memegang aset mereka, telah melihat peningkatan keuntungan yang belum terealisasi sebesar 223%. Hal ini menunjukkan bahwa strategi investasi jangka panjang mereka telah membuahkan hasil, dengan kenaikan harga selama bertahun-tahun dan bulan-bulan terakhir secara signifikan meningkatkan kepemilikan mereka.

Baca Juga: Market Sempat Flash Dump, Mengapa Crypto Naik Hari Ini (19/4/24)?

Di sisi lain, investor yang memasuki pasar crypto melalui keuangan tradisional (TradFi) dan exchange-traded funds atau ETF Bitcoin, yang dikategorikan sebagai “whale baru,” telah melihat peningkatan keuntungan yang belum terealisasi yang lebih sederhana sebesar 1,6%. Hal ini dapat dikaitkan dengan jangka waktu investasi yang lebih pendek dan basis biaya rata-rata yang lebih rendah daripada whale lama.

Penambang Kecil dan Besar Sama-sama Untung

bitcoin mining difficulty
Sumber: Envato

Selain whale lama, penambang Bitcoin juga termasuk pihak yang diuntungkan dari peristiwa halving. Penambang kecil, yang sering kali merupakan individu atau operasi kecil, melihat keuntungan yang belum terealisasi meningkat sebesar 131%.

Sementara itu, penambang besar, yang biasanya merupakan perusahaan pertambangan mapan yang terdaftar di berbagai bursa di seluruh dunia, melihat peningkatan keuntungan yang belum terealisasi sebesar 81%. Dari data ini, terlihat jelas bahwa harga Bitcoin telah meningkat sejak Oktober 2023, yang merupakan dorongan signifikan menuju era berikutnya, yang diperkirakan akan lebih kompetitif.

Hash Rate: Metrik Kunci yang Perlu Diperhatikan Pasca-Halving

Hash rate adalah metrik yang mengukur kekuatan komputasi yang digunakan untuk menambang Bitcoin. Setelah halving, hash rate diperkirakan akan turun dalam beberapa hari ke depan. Namun, penambang besar tidak akan terlalu terpengaruh dan kemungkinan akan mengkonsolidasikan posisi mereka.

Sementara itu, penambang kecil dapat terguncang, yang mengarah pada sentralisasi penambang dari waktu ke waktu. Dalam jangka panjang, hash rate akan menjadi metrik yang penting. Jika harga naik seperti yang diharapkan, penambang akan diberi insentif untuk berinvestasi pada peralatan baru, yang akan meningkatkan keamanan jaringan.

Penutup

Peristiwa halving Bitcoin telah memberikan keuntungan besar bagi whale lama dan penambang. Namun, masih harus dilihat bagaimana penambang menyesuaikan operasi mereka agar tetap kompetitif sambil juga memperoleh pendapatan. Hash rate akan menjadi metrik penting yang perlu diperhatikan pasca-halving, karena akan menentukan keamanan jaringan Bitcoin dan potensi kenaikan harga di masa depan.

Baca Juga: Justin Sun Terjerat Kasus Hukum dengan SEC AS, Bagaimana Nasib Tron?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi