Bitcoin Halving: Dampaknya terhadap Kelangkaan dan Harga BTC

Bitcoin Halving: Dampaknya terhadap Kelangkaan dan Harga BTC

Jakarta, Pintu News – Bitcoin baru saja mengalami halving keempatnya di blok ke-840.000. Halving dianggap sebagai mekanisme ekonomi terpenting yang memengaruhi pasokan Bitcoin (BTC) dan menciptakan kelangkaan aset.

Peristiwa Halving Bitcoin Keempat

Peristiwa halving keempat jaringan Bitcoin mengurangi hadiah penambangan blok dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC per blok yang ditambang, yang secara efektif memangkas separuh tingkat penerbitan Bitcoin.

Baca Juga: Bitcoin Halving: Siapa Pemenang Terbesar?

Halving merupakan mekanisme penting untuk kelangkaan dan penilaian pasar Bitcoin, menurut Karim Chaib, CEO platform crypto Dopamine App. Chaib menjelaskan bahwa halving sudah tertanam dalam basis kode Bitcoin, terjadi setiap 210.000 blok yang ditambang, kira-kira setiap empat tahun.

Dampak Halving terhadap Kelangkaan Bitcoin

Desain ekonomi dan mekanisme halving Bitcoin adalah metode matematika yang efektif untuk menjadikan Bitcoin sebagai aset deflasi, memposisikannya sebagai alternatif emas yang andal. Jonas Simanavicius, salah satu pendiri dan CTO di Syntropy, menyoroti bahwa selama setahun terakhir, harga Bitcoin naik jauh lebih signifikan daripada harga emas, menunjukkan potensinya sebagai aset penyimpan nilai.

Era digital bergeser ke arah aset yang lebih likuid untuk pergerakan yang lebih cepat, yang dapat menguntungkan Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai alternatif dibandingkan dengan opsi tradisional seperti logam mulia dan real estat.

Dampak Halving terhadap Harga Bitcoin

Rasio “stock-to-flow” adalah konsep kunci yang digunakan untuk mengukur pasokan komoditas saat ini terhadap tingkat pasokan baru yang memasuki pasar. Untuk Bitcoin, setiap peristiwa halving secara nyata meningkatkan rasio ini, menggarisbawahi kelangkaannya yang semakin meningkat. Rasio ini secara luas dianggap sebagai indikator penting penilaian jangka panjang Bitcoin.

Penurunan dan Lonjakan Halving: Analisis Harga Historis

Secara historis, harga Bitcoin cenderung mengalami penurunan sementara sebelum halving dan kemudian mengalami lonjakan signifikan setelahnya.

Misalnya, sebelum halving pertama pada November 2012, harga Bitcoin turun sekitar 50%, tetapi kemudian melonjak lebih dari 1.000% dalam beberapa bulan berikutnya. Pola serupa terlihat sebelum dan sesudah halving kedua pada Juli 2016 dan halving ketiga pada Mei 2020.

Penutup

Halving Bitcoin adalah peristiwa penting yang memiliki dampak signifikan terhadap pasokan, kelangkaan, dan harga Bitcoin. Meskipun harga Bitcoin mungkin mengalami volatilitas jangka pendek setelah halving, tren jangka panjangnya tetap positif. Dengan semakin langkanya Bitcoin dan meningkatnya permintaan, harga Bitcoin diperkirakan akan terus meningkat dalam jangka panjang.

Baca Juga: Bitcoin Halving 2024: Siap-siap Hadapi Siklus Bullish Terbesar!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi