Bitcoin Anjlok $4.500 Usai Serangan Rudal Iran & Israel

Bitcoin Anjlok $4.500 Usai Serangan Rudal Iran & Israel

Jakarta, Pintu News – Pasar saham Asia mengalami penurunan pada hari Senin bersamaan dengan pasar mata uang crypto dan Bitcoin, menyusul konflik antara Iran dan Israel. Indeks Sensex India, Hang Seng Hong Kong, dan Nikkei Jepang jatuh pada pembukaan pasar, menyebabkan saham-saham merosot.

Meningkatnya ketegangan membuat investor khawatir akan penurunan lebih lanjut, sehingga investor institusional menarik kepemilikan mereka. Pasar mata uang crypto juga ikut terdampak, dengan Bitcoin mengalami flash crash sebesar $4.500 beberapa menit setelah Iran melancarkan serangan pesawat nirawak dan rudal ke Israel.

Meskipun Iron Dome berhasil menangkis semua rudal yang masuk dari Iran, situasi tetap mencekam dengan ancaman perang yang membayangi. Bitcoin diperdagangkan di sekitar level $67.200 pada hari Minggu sebelum Iran meluncurkan rudal pesawat nirawak ke Israel.

Setelah serangan tersebut, Bitcoin jatuh ke level $62.700, kehilangan nilai sebesar $4.500 dalam sekejap pada hari Minggu malam. Hal ini menyebabkan kepanikan di seluruh pasar mata uang crypto dan altcoin utama kehilangan nilainya, mencapai titik terendah baru dalam seminggu.

Konflik Iran-Israel Picu Penurunan Pasar Crypto dan Bitcoin

Bitcoin sempat mendapatkan kembali nilai yang hilang dan naik hampir 3% pada Senin pagi. Namun, penurunan harga masih mungkin terjadi karena ketegangan antara Iran dan Israel semakin meningkat. Amerika Serikat telah memberikan dukungannya kepada Israel, membuat situasi semakin tegang di seluruh kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Mengapa Negara-negara Mulai Meninggalkan Dolar AS?

Konflik Iran-Israel diperkirakan tidak akan mereda dalam waktu dekat, sehingga pasar saham dan mata uang crypto, termasuk Bitcoin, tetap berisiko. Turbulensi ini dapat menyebabkan Bitcoin kehilangan nilainya karena investor institusional sudah melakukan aksi jual. Penurunan lebih lanjut dapat membuat harga Bitcoin jatuh ke level $61.000.

Ancaman Perang Timur Tengah Membayangi Pasar Crypto

Ketegangan yang meningkat antara Iran dan Israel telah menyebabkan pasar mata uang crypto, termasuk Bitcoin, berada dalam kondisi yang tidak stabil. Serangan rudal Iran ke Israel pada hari Minggu memicu flash crash Bitcoin sebesar $4.500, yang merupakan penurunan terbesar sejak Maret 2023.

Meskipun Bitcoin telah pulih sebagian, namun masih ada potensi penurunan lebih lanjut karena situasi di Timur Tengah tetap tidak pasti. Investor khawatir bahwa konflik Iran-Israel dapat meningkat menjadi perang terbuka, yang akan berdampak negatif pada ekonomi global dan pasar keuangan.

Hal ini dapat menyebabkan investor menarik uang mereka dari aset-aset berisiko, termasuk mata uang crypto, dan beralih ke aset-aset yang lebih aman seperti emas dan obligasi pemerintah.

Pasar Crypto Bertahan di Tengah Ketidakpastian

Meskipun menghadapi tekanan dari konflik Iran-Israel, pasar mata uang crypto secara keseluruhan menunjukkan ketahanan. Bitcoin dan altcoin utama lainnya telah pulih sebagian dari penurunan awal mereka dan diperdagangkan di sekitar level-level penting. Hal ini menunjukkan bahwa pasar crypto masih memiliki dukungan yang kuat dari investor crypto dan belum kehilangan kepercayaan mereka.

Namun, investor tetap waspada dan memantau situasi di Timur Tengah dengan cermat. Jika konflik Iran-Israel meningkat, maka pasar mata uang crypto dapat mengalami penurunan lebih lanjut. Oleh karena itu, investor harus berhati-hati dan mengelola risiko mereka dengan baik saat berinvestasi di mata uang crypto.

Bitcoin Terpuruk 8% Pasca Serangan Iran ke Israel, Beri Peringatan bagi Pasar Global

Mata uang crypto terbesar, Bitcoin, merosot 7,7% pada hari Sabtu, penurunan terbesar sejak Maret 2023. Token tersebut memangkas sebagian penurunannya dan diperdagangkan pada sekitar $63.230 pada pukul 11:36 waktu Singapura pada hari Minggu. Sebagian besar koin utama lainnya seperti Ether, Solana, dan Dogecoin mengalami kerugian 24 jam.

Penurunan Bitcoin terjadi setelah Iran melancarkan serangan rudal ke Israel pada hari Sabtu. Serangan tersebut menargetkan pangkalan militer Israel di wilayah Suriah dan Lebanon. Israel membalas dengan serangan udara ke wilayah Iran di Suriah. Ketegangan antara kedua negara telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dan serangan terbaru ini meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang terbuka.

Baca Juga: 3 Top DRC-20 2024: DOGI, UNIX, PEPE

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca

Referensi