BIS Luncurkan 7 Langkah Keamanan untuk Lindungi CBDC dari Ancaman Cyber!

author:

BIS Luncurkan 7 Langkah Keamanan untuk Lindungi CBDC dari Ancaman Cyber!

Bank for International Settlements (BIS), sebuah institusi keuangan yang dimiliki oleh bank sentral konstituen, telah merilis kerangka kerja untuk melindungi mata uang digital bank sentral (CBDC) dari ancaman cyber.

Kerangka kerja ini dirancang untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan transaksi CBDC. Dengan desain ini, CBDC harus dapat menyesuaikan skala secara dinamis untuk merespons lonjakan mendadak dalam volume transaksi, tidak memiliki titik kegagalan tunggal, beroperasi 24/7 tanpa gangguan, dan berfungsi bahkan jika lembaga keuangan yang mendasarinya mengalami gangguan.

Kerangka Kerja Keamanan BIS untuk CBDC

Per 7 Juli 2023, BIS telah merilis kerangka kerja yang terdiri dari tujuh langkah, yakni Persiapan, Identifikasi, Perlindungan, Deteksi, Respon, Pemulihan, dan Adaptasi. Kerangka kerja ini mencakup 104 tujuan kontrol, seperti “fungsi pemantauan dan peringatan 24/7”, melakukan due diligence “tentang keamanan kunci kriptografis”, dan “menggunakan layanan perlindungan DDoS” untuk meredakan volume lalu lintas jaringan.

Baca juga: Bank Sentral Dunia Uji Coba Proyek Mariana, Perjalanan Teknologi DeFi untuk CBDC

7 langkah dari bank for international settlement
Tujuh poin kerangka kerja keamanan BIS – Sumber: BIS

“Contoh peretasan smart contract baru-baru ini, yang telah menyebabkan hilangnya sejumlah besar nilai dalam DeFi, berfungsi sebagai contoh potensi risiko keamanan yang dapat dihadapi sistem CBDC.”

Untuk melaksanakan kerangka kerja ini, BIS memanggil pembentukan kepemimpinan senior bank sentral dan dewan, seorang chief security officer, dan berbagai tim teknologi informasi, keamanan, dan pemangku kepentingan. Kerangka kerja ini merupakan bagian dari Proyek Polaris, yang didedikasikan untuk menciptakan sistem CBDC yang kuat dan aman yang berfungsi secara online dan offline.

Kerangka kerja ini dirancang untuk mengatasi kerentanan industri DeFi yang dapat menimbulkan risiko bagi CBDC yang dibangun di atas teknologi blockchain dan smart contract. Laporan tersebut menyoroti pentingnya serangan skala besar terhadap protokol teknologi ledger terdistribusi (DLT) dan kontrak pintar di industri DeFi, menunjukkan potensi risiko operasional dan reputasi.

Ancaman Cyber terhadap CBDC

BIS memperingatkan tentang kemungkinan serangan pada berbagai aspek CBDC, seperti protokol konsensus, jembatan lintas-rantai, oracles, smart contract, dan komponen offline, yang mungkin terkait dengan DLT. Ancaman cyber ini terus berkembang dan berubah, membuat pentingnya kerangka kerja keamanan ini.

Laporan tersebut menyoroti bahwa internet, jaringan telekomunikasi, dan perangkat digital telah menyebabkan lanskap ancaman siber yang terus berkembang dan beragam. BIS berhati-hati tentang kemungkinan serangan pada berbagai aspek CBDC, seperti protokol konsensus, jembatan lintas-rantai, oracles, smart contract, dan komponen offline, yang mungkin terkait dengan DLT.

Untuk mencegah ancaman potensial, BIS mendorong bank sentral untuk meningkatkan prosedur yang ada dan menciptakan “tim fungsional keamanan dan ketahanan” yang khusus. Tim-tim ini akan berpartisipasi dalam semua tahap proyek CBDC untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diperlukan diimplementasikan untuk melindungi terhadap ancaman cyber.

Baca juga: Bank Sentral India Eksplor Pembayaran CBDC Lintas Batas, Siap Buka Era Transaksi Internasional Baru?

Masa Depan Keamanan CBDC

Menurut laporan tersebut, bank sentral perlu berhati-hati tentang ancaman yang kompleks dan terus berubah yang datang dengan sistem CBDC. BIS merekomendasikan agar bank-bank ini mengadopsi teknologi modern untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan sebagai bagian dari pendekatan komprehensif untuk melindungi mata uang digital.

Ini akan membantu memastikan keberlanjutan jangka panjang mata uang digital. Dengan kerangka kerja ini, BIS berusaha untuk memberikan bank sentral di seluruh dunia dengan struktur untuk desain, implementasi, perencanaan, dan faktor operasional CBDC.

Proyek Polaris bertujuan untuk memberikan bank sentral di seluruh dunia dengan struktur untuk desain, implementasi, perencanaan, dan faktor operasional CBDC. Dengan ini, BIS berharap dapat membantu bank sentral di seluruh dunia dalam melindungi CBDC mereka dari ancaman cyber.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: