Binance dan KuCoin Raih Izin FIU untuk Kembali ke India!

Binance dan KuCoin Raih Izin FIU untuk Kembali ke India!

Jakarta, Pintu News – Pertukaran mata uang kripto global Binance telah memperoleh persetujuan untuk menawarkan layanannya di India dari regulator keuangan India yang disebut Financial Intelligence Unit (FIU). Persetujuan terbaru menjadikan Binance sebagai bursa kripto lepas pantai kedua yang mendapatkan persetujuan regulasi setelah KuCoin. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Persetujuan FIU untuk Binance dan KuCoin

Menurut laporan yang diterbitkan di CoinDesk, Vivek Agarwal, kepala FIU, mengatakan bahwa Binance sekarang menjadi entitas terdaftar. Binance dan KuCoin termasuk di antara hampir selusin bursa kripto asing yang menerima pemberitahuan ketidakpatuhan pada bulan Desember 2023.

Dalam waktu 15 hari sejak pemberitahuan, Kementerian Keuangan India menginstruksikan departemen IT-nya untuk memblokir URL dan akses aplikasi seluler ke platform kripto yang dilarang di India pada pertengahan Januari 2024. Huobi, Kraken, Gate.io, Bittrex, Bitstamp, MEXC Global, dan Bitfinex juga menerima pemberitahuan peraturan tersebut.

Setelah pelarangan tersebut, beberapa platform kripto mulai bekerja sama dengan badan regulator India untuk mendapatkan kepatuhan FIU dan menawarkan layanan mereka kepada pelanggan India. Sementara KuCoin dan Binance berhasil menemukan jalan kembali, perusahaan seperti OKX dan BitStamp telah menutup layanan mereka di negara tersebut.

Baca Juga: Mudrex Hadirkan ETF Bitcoin AS untuk Investor India, Gimana Prospek Masa Depannya?

Denda untuk Binance dan KuCoin

dana ai india
Generated by AI

Meskipun laporan pendaftaran FIU muncul hari ini, Cointelegraph melaporkan pada minggu ketiga April bahwa Binance kemungkinan akan kembali ke India setelah membayar denda sebesar $2 juta karena ketidakpatuhan.

Setelah India memberlakukan pajak 30% yang besar atas keuntungan kripto dan pengurangan pajak 1% di sumbernya pada setiap transaksi kripto, banyak investor India melarikan diri ke bursa kripto asing untuk menghindari rezim pajak. Pada puncak pengurasan pajak, Binance dilaporkan menyumbang 90% dari total volume perdagangan dari India.

Baca Juga: Demi Stabilitas Keuangan Negara, India Kembangkan Framework Regulasi Global Tentang Aset Crypto!

Tantangan Kripto di India

Meskipun memiliki pasar kripto yang berkembang pesat, dengan sebagian besar bursa kripto besar ingin menjejakkan kaki di negara tersebut, India telah mendinginkan peta panas kripto karena pengenaan pajak dan kurangnya kejelasan peraturan.

Sebagian besar pedagang kripto dan bisnis yang berpusat pada kripto telah bergeser ke luar negeri, sementara beberapa bursa kripto yang tersisa terus berjuang untuk mendapatkan kepercayaan investor karena kurangnya fasilitas perbankan.

Kesimpulan

Persetujuan pendaftaran Binance dan KuCoin oleh FIU-IND menandai tonggak penting dalam perjalanan mereka menuju kepatuhan peraturan di India. Kedua bursa tersebut telah menunjukkan komitmen mereka untuk mematuhi kerangka peraturan India dan berupaya untuk memberikan layanan yang aman dan terjamin bagi pengguna mereka di negara tersebut.

Namun, tantangan masih tetap ada, dan industri kripto di India terus berkembang dengan upaya untuk menciptakan lingkungan peraturan yang seimbang antara inovasi dan keamanan finansial.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi