Total Biaya Pencetakan Bitcoin Ordinals Meningkat 700% Sejak April 2023

author:

Total Biaya Pencetakan Bitcoin Ordinals Meningkat 700% Sejak April 2023

Bitcoin telah mengalami peningkatan dramatis sebesar 700% dalam biaya mintage atau pencetakan sejak April 2023, yang mana menjadi berita yang mengejutkan banyak orang di dunia crypto.

Lebih lanjut, peningkatan angka tersebut diperkuat oleh peran signifikan dari “ordinal inscriptions” pada jaringan Bitcoin yang menambah kompleksitas dan biaya transaksi.

Biaya Transaksi Bitcoin Ordinals Melonjak 700%

Dilansir dari Cointelegraph (20/5/23), sejak bulan April 2023, biaya transaksi Bitcoin Ordinals telah melonjak hingga 700%. Fenomena ini disebabkan oleh peningkatan permintaan pada sistem ordinal Bitcoin, atau “ordinal inscriptions”.

inskripsi bitcoin ordinal
Total Inskripsi Bitcoin Ordinals telah meningkat secara signifikan dari waktu ke waktu – Sumber: Dune Analytics

Menurut laporan yang dipublikasikan oleh @dgtl_assets dari Dune Analytics, total biaya jaringan yang dibayarkan untuk pencetakan Bitcoin Ordinals mencapai 1.414 Bitcoin (BTC), atau $38,2 juta atau Rp570 miliar, pada tanggal 20 Mei 2023, yang mewakili peningkatan 700% dari 20 April 2023 dan 831% dari 1 April 2023.

Sebuah analisis menunjukkan bahwa meskipun minat terhadap Bitcoin NFT terus berlanjut, mayoritas Bitcoin Ordinals telah bergeser ke inskripsi berbasis teks, dibandingkan dengan inskripsi teks dan gambar yang seimbang dari Februari hingga April 2023.

Seperti yang dijelaskan oleh dompet lintas rantai BitKeep, Bitcoin Ordinals adalah sistem penomoran yang memberikan nomor unik untuk setiap SAT (Satoshi, atau 1/100 juta Bitcoin), yang memungkinkan pelacakan dan transfer.

Dikombinasikan dengan proses Inskripsi, yang menambahkan lapisan data tambahan pada setiap Satoshi, hal ini memungkinkan pengguna untuk mencetak aset digital yang unik pada blockchain Bitcoin.

Lebih lanjut, para pengguna Bitcoin semakin memanfaatkan inskripsi ordinal dalam transaksi mereka, yang mendorong naiknya biaya. Adapun kenaikan ini tidak terlepas dari semakin populernya teknologi blockchain dan crypto secara umum.

Baca juga: Widih! Market Cap Token BRC-20 Melonjak 192%, Menjadi Rp1,4 Triliun dalam 4 Hari!

Penyedia layanan blockchain dan para pengguna pun berlomba-lomba memanfaatkan teknologi ini. Mereka memandang biaya tambahan sebagai investasi untuk keamanan dan transparansi yang lebih baik. Sehingga, meski biayanya tinggi, masih banyak yang bersedia membayar.

Konsekuensi dari Ledakan Biaya Transaksi

Ledakan biaya ini tentu membawa dampak yang signifikan bagi pasar crypto. Bagi pengguna individu, kenaikan biaya ini dapat menjadi hambatan, terutama bagi mereka yang melakukan banyak transaksi kecil. Namun, bagi korporasi dan institusi, biaya ini bisa dianggap sebagai biaya operasional yang dapat ditolerir.

Selain itu, kenaikan biaya ini juga mendorong pembaharuan dalam teknologi blockchain. Penyedia layanan blockchain mulai mengembangkan metode baru untuk menangani biaya yang melonjak ini. Beberapa dari mereka berusaha menciptakan mekanisme yang lebih efisien untuk inskripsi ordinal, sementara yang lain mencari alternatif lain.

Munculnya biaya tinggi ini juga mendorong pertimbangan lebih dalam tentang skala dan efisiensi blockchain. Hal ini mungkin akan memicu inovasi dan peningkatan dalam teknologi blockchain di masa depan.

Masa Depan Bitcoin dan Biaya Ordinals: Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Meski biaya mintage telah meningkat pesat, prospek Bitcoin dan teknologi blockchain tetap cerah. Mereka yang berinvestasi dalam teknologi ini memahami bahwa ada biaya yang harus dibayar untuk transparansi, keamanan, dan validasi. Dan meski biayanya tinggi, banyak yang melihat ini sebagai investasi dalam masa depan digital.

Namun, hal ini juga menimbulkan pertanyaan penting tentang bagaimana teknologi blockchain akan berkembang di masa depan. Penyedia layanan blockchain dan pengguna akan perlu mencari solusi untuk biaya yang meningkat ini. Mungkin ini berarti mencari cara untuk membuat inskripsi ordinal lebih efisien, atau mungkin mencari alternatif lain.

Terlepas dari hal tersebut, perkembangan angka ini menunjukkan betapa pentingnya inovasi dan adaptasi dalam dunia crypto.

Ledakan biaya mintage Bitcoin Ordinals hingga 700% sejak April 2023 telah mengejutkan dunia crypto. Sementara hal ini mungkin membawa tantangan bagi beberapa pengguna, namun hal ini juga merupakan kesempatan bagi inovasi dan perkembangan dalam teknologi blockchain.

Baca juga: Kapitalisasi Pasar Token BRC-20 Sentuh Rp1,7 Triliun, Kini Jadi Haluan Crypto Meme?

Apapun yang terjadi selanjutnya, tampaknya dunia crypto akan terus berkembang dan beradaptasi, seperti halnya dengan biaya transaksi Bitcoin Ordinals.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: