Biaya Lisensi Bursa Kripto di Hong Kong Turun Drastis!

Array

Biaya Lisensi Bursa Kripto di Hong Kong Turun Drastis!

Jakarta, Pintu News –  Hong Kong telah membuat gebrakan besar di dunia kripto dengan menurunkan biaya lisensi bursa kripto secara signifikan. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Lisensi Bursa Kripto Hong Kong Lebih Murah

Biaya lisensi bursa kripto di Hong Kong kini jauh lebih terjangkau, turun dari $25 juta di tahun 2023 menjadi hanya beberapa juta dolar AS. COO HashKey Group, Livio Wang, menjelaskan bahwa biaya tersebut bervariasi antara tahap persiapan dan operasional.

Untuk entitas yang sudah mapan seperti HashKey, investasi di seluruh sektor bursa telah mencapai puluhan juta dolar. Namun, platform yang masih dalam tahap lisensi diperkirakan akan mengeluarkan biaya yang lebih rendah.

Baca Juga: Qatar Meluncurkan Proyek CBDC, Siap Bersaing di Kancah Global!

Regulasi Ketat dan Penarikan Aplikasi Lisensi

sfc hongkong
Generated by Ai

Sejak 1 Juni, regulator Hong Kong telah memberlakukan aturan ketat, mengeluarkan semua bursa kripto yang tidak berlisensi dan mengancam hukuman pidana bagi yang tidak patuh. Saat ini, hanya HashKey dan OSL yang memiliki lisensi penuh, sementara lebih dari 11 perusahaan memegang status “to be licensed”.

Regulasi ini telah menyebabkan penarikan aplikasi lisensi oleh beberapa bursa, termasuk OKX, Gate, dan Huobi. Namun, HashKey Exchange telah berhasil menarik $500 juta dana pengguna dan menangani volume perdagangan kumulatif sebesar $440 miliar. Jumlah pelanggan aktif mereka juga melonjak sebesar 267% dalam seminggu.

Baca Juga: ETF Bitcoin Pertama di Australia Resmi Diperdagangkan!

HashKey Luncurkan Bursa Global di Bermuda

Pada bulan April, HashKey meluncurkan bursa global di Bermuda untuk pengguna internasional, menghindari Hong Kong, Cina, AS, dan wilayah lain setelah runtuhnya JPEX, bursa tidak berlisensi yang menipu investor sebesar $166 juta di tahun 2023.

Otoritas keuangan Hong Kong telah berkomitmen untuk era baru pengawasan aset virtual di bawah Anti-Money Laundering and Counter-Terrorist Financing Ordinance (AMLO). Lembaga tanpa lisensi “Penyedia Layanan Aset Virtual” sekarang dilarang beroperasi di kota tersebut.

Kesimpulan

Langkah Hong Kong untuk menjadi pusat kripto bertujuan untuk menyeimbangkan perlindungan investor dengan pasar aset digital. Beberapa langkah di kota ini bertujuan untuk membandingkannya dengan Dubai atau Singapura sebagai pusat aset digital utama. Kemunculan ini menjadikan Hong Kong sebagai kemungkinan lokasi yang dekat dengan kekayaan daratan Cina, meskipun negara tersebut telah melarang perdagangan kripto.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Array