Barclays, HSBC, dan Citi Berkolaborasi dalam Proyek Tokenisasi Deposito di Inggris

author:

Barclays, HSBC, dan Citi Berkolaborasi dalam Proyek Tokenisasi Deposito di Inggris

Jakarta, Pintu News – Dalam upaya untuk meningkatkan pelacakan pembayaran perbankan, Barclays, HSBC, dan Citi, bersama dengan beberapa lembaga keuangan Inggris lainnya, telah memulai sebuah proyek bersama untuk menguji coba tokenisasi deposito.

Asosiasi perdagangan Inggris, UK Finance, mengumumkan dalam siaran persnya pada tanggal 15 April 2024 bahwa para pemberi pinjaman tersebut akan memulai fase eksperimen “UK Regulated Liability Network”, yang memanfaatkan “shared ledger” untuk memperlancar transaksi lintas batas.

UK Regulated Liability Network: Sebuah Platform Inovasi Finansial

Sumber: FinTech Ranking

UK Regulated Liability Network (RLN) merupakan sebuah platform yang dirancang untuk mendorong inovasi dalam transaksi keuangan, termasuk deposito bank komersial tradisional dan versi tokenisasi pada shared ledger.

Baca juga: Pemerintah Inggris Siap Berlakukan Regulasi Kripto dan Stablecoin Baru di 2024!

Proyek ini melibatkan 11 perusahaan anggota, termasuk Barclays, Citi, HSBC, Santander, Sand VISA, serta perusahaan jasa profesional EY dan Linklaters. Sebuah konsorsium teknologi yang terdiri dari R3, Quant, DXC, dan Coadjute juga turut berpartisipasi dalam inisiatif ini.

UK RLN menawarkan berbagai keuntungan, seperti opsi pengelolaan pembayaran yang beragam, peningkatan langkah pencegahan penipuan, dan kemampuan penyelesaian yang lebih baik. Manfaat ini diharapkan dapat dirasakan oleh nasabah, bisnis, dan perekonomian Inggris secara keseluruhan.

Fase Eksperimen: Menjajaki Berbagai Kasus Penggunaan

Fase eksperimen, yang akan berlangsung hingga pertengahan tahun 2024, akan menyelidiki beberapa kasus penggunaan.

Fase ini termasuk pembayaran saat pengiriman untuk produk fisik untuk memerangi penipuan pasar daring, merampingkan proses pembelian rumah untuk meningkatkan transparansi dan mengurangi penipuan pemindahan hak milik, dan memfasilitasi penyelesaian obligasi digital dengan menghubungkan uang nasabah digital dengan aset digital.

Lebih lanjut, proyek ini juga akan menilai manfaat bagi nasabah dan bisnis dengan mengeksplorasi kemampuan dasar yang sejalan dengan Bank for International Settlements dan Project Rosalind Bank of England, yang bereksperimen dengan antarmuka pemrograman aplikasi untuk kemungkinan pound digital.

Baca juga: Orang Jerman Meningkatkan Investasi Crypto Mereka Jelang Bitcoin Halving!

Uji Kelayakan Teknis dan Hasil yang akan Datang

Kelayakan teknis UK RLN akan diuji melalui lingkungan teknologi sandbox, yang mengevaluasi persyaratan fungsional dan non-fungsional sistem, termasuk koneksi dan transaksi yang disimulasikan.

Hasil dari fase eksperimen ini akan dibagikan setelah musim panas. Jana Mackintosh, direktur pelaksana UK Finance, mengatakan,

“Kami sangat senang dapat menyatukan beberapa anggota kami untuk mengeksplorasi desain inklusif untuk semua uang digital. Penting bagi komunitas keuangan Inggris untuk bekerja sama erat dengan pemangku kepentingan sektor publik untuk mengeksplorasi tujuan bersama kami – untuk melengkapi Inggris dengan infrastruktur keuangan terkemuka di dunia. Pekerjaan kami dirancang untuk menginformasikan cara terbaik ke depan untuk semua bentuk uang digital yang diatur.”

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

*Featured Image: The Business Times