Pertama Kalinya, Bank Thailand Beri Izin Layanan Bank Virtual Untuk Aktif di Tahun 2025!

Pertama Kalinya, Bank Thailand Beri Izin Layanan Bank Virtual Untuk Aktif di Tahun 2025!

Dilansir dari Cointelegraph, Bank Thailand baru-baru ini telah ungkapkan rencananya untuk memberi izin bank virtual beroperasi di negara yang memiliki 70 juta penduduk itu untuk pertama kalinya. Selain itu, perusahaan-perusahaan keuangan akan mulai memberikan layanan tersebut pada tahun 2025 mendatang.

Kira-kira seperti apa rencana peluncuran bank virtual oleh Bank Thailand? Simak berita lengkapnya berikut ini!

Bank Thailand Akan Luncurkan Bank Virtual Tahun 2025

Framework perizinan bank virtual Thailand
Sumber: Bangkok Post

“Consultation Paper on Virtual Bank Licensing Framework” atau “Makalah Konsultasi tentang Kerangka Kerja Perizinan Bank Virtual” yang diterbitkan oleh bank sentral mengatakan bahwa aplikasi akan tersedia pada akhir tahun 2023 yang memungkinkan bank virtual untuk bertindak sebagai penyedia layanan keuangan.

Dikutip dari Cointelegraph, langkah ini berfokus pada peningkatan persaingan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Thailand. Lalu, pada tahun 2024 mendatang, Bank Thailand nantinya akan mengeluarkan 3 lisensi berbeda untuk perusahaan yang tertarik.

Peraturan dan pengawasan untuk bank virtual akan sama dengan peraturan dan pengawasan untuk bank komersial tradisional di bawah kerangka kerja perizinan. Selain itu, pemohon yang memenuhi syarat harus memenuhi persyaratan tertentu.

Bank sentral juga menyampaikan bahwa, “Bank virtual tidak boleh melakukan pemberian pinjaman yang tidak bertanggung jawab, memberikan perlakuan istimewa kepada pihak-pihak terkait, atau menyalahgunakan posisi pasar dominan yang akan menimbulkan risiko bagi stabilitas keuangan, deposan, dan konsumen secara keseluruhan,” dikutip dari Cointelegraph, Senin (16/1/2023).

Baca Juga: Pertama Kalinya, Bank Terbesar di Korea Selatan Buat Platform Metaverse!

Thailand Akan Perketat Regulasi Crypto Untuk Melindungi Para Investor

Thailand perketat regulasi crypto untuk melindungi investor
Sumber: Finance Feeds

Menurut bank sentral, bank virtual akan berada di bawah “restricted phase” atau “fase terbatas” selama tahun-tahun pertama operasi mereka, yang mana mencakup pemantauan ketat untuk mencegah risiko sistemik keuangan.

Komisi Sekuritas dan Exchange (SEC) Thailand baru-baru ini mengumumkan rencana untuk memperketat aturan untuk crypto, yang bertujuan untuk memperluas perlindungan investor dalam berinvestasi di aset crypto. Tidak hanya itu, sejumlah pedoman ketat untuk iklan crypto juga sedang dikembangkan oleh otoritas.

Dikutip dari Cointelegraph, pada Oktober 2022 lalu Thailand menandatangani perjanjian kerja sama teknologi dengan Hongaria untuk mendukung adopsi teknologi blockchain, di tengah pertumbuhan permintaan yang cepat untuk pembayaran seluler, e-commerce, dan cryptocurrency di negara tersebut.

Negara yang memiliki 70 juta penduduk ini telah melihat sejumlah perkembangan terkait crypto sejak tahun 2022, termasuk rencana untuk menguji coba mata uang digital bank sentral untuk sekitar 10.000 pengguna. Menurut perusahaan analitik Chainalysis, Thailand saat ini berada di peringkat ke-8 pada Indeks Adopsi Crypto Global.

Referensi: