Bank Sentral Singapura Usulkan Proyek Guardian, Apakah Itu?

author:

Bank Sentral Singapura Usulkan Proyek Guardian, Apakah Itu?

The Monetary Authority of Singapore (MAS) atau bank sentral Singapura baru-baru ini mengusulkan kerangka kerja untuk merancang jaringan yang terbuka dan dapat beroperasi secara bersamaan untuk aset digital yang ditokenisasi.

Kerangka kerja ini disajikan dalam laporan yang diproduksi bersama dengan Bank for International Settlements (BIS) dan sejumlah institusi keuangan lainnya.

Proyek Guardian: Inisiatif Tokenisasi Aset

Inisiatif yang dikenal sebagai Proyek Guardian, telah mendaftarkan 11 institusi untuk menguji tokenisasi aset di berbagai kelas aset keuangan. Studi percontohan di bidang manajemen kekayaan, pendapatan tetap, dan valuta asing akan dilakukan oleh bank-bank besar seperti HSBC, Standard Chartered, DBS, dan Citi.

Standard Chartered, misalnya, sedang mengembangkan platform penawaran token awal untuk menerbitkan token sekuritas yang didukung aset yang terdaftar di Bursa Saham Singapura. Bank ini akan bekerja sama dengan platform pembayaran Linklogis.

Baca juga: Dibantu ‘Pemain’ Besar, Singapura Mengajukan Standar Penggunaan Mata Uang Digital!

“Perdagangan awal yang dilakukan bekerja sama dengan Bursa Saham Singapura dan Linklogis membuktikan kelayakan tokenisasi aset yang didukung sebagai struktur inovatif dari asal hingga distribusi, dan peluang potensial yang disajikannya kepada investor untuk berpartisipasi dalam pembiayaan aktivitas ekonomi dunia nyata,” kata Kai Fehr, kepala global perdagangan dan modal kerja di Standard Chartered.

Manfaat Tokenisasi Aset

otoritas singapura ajukan standar mata uang digital
Tech In Asia

Menurut laporan, pilot ini menunjukkan pengurangan biaya, waktu penerbitan dan penyelesaian yang lebih cepat, manfaat kustomisasi, dan distribusi yang lebih luas dalam rantai produk terstruktur. UBS Asset Management meluncurkan pilot untuk mengeksplorasi penerbitan asli dari dana Perusahaan Modal Variabel (VCC) di jaringan aset digital, dengan tujuan untuk meningkatkan distribusi dana dan meningkatkan perdagangan pasar sekunder.

DBS Bank, UBS AG, dan SBI Digital Asset Holdings sedang mengerjakan perjanjian pembelian kembali dengan obligasi digital. Ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih banyak fleksibilitas, efisiensi, dan kecepatan untuk distribusi dan penyelesaian lintas batas.

Dengan kerangka kerja ini, MAS berusaha untuk meningkatkan sistem keuangan tradisional yang ada sambil memanfaatkan manfaat teknologi yang sedang berkembang. Singapura melalui Proyek Guardian sedang merevolusi lanskap aset digital dengan berkolaborasi dengan institusi keuangan teratas.

Masa Depan Aset Digital dan Blockchain di Singapura

Dalam konteks yang lebih luas, Singapura telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk memanfaatkan teknologi blockchain dan aset digital dalam sistem keuangan tradisionalnya. MAS telah aktif mengeksplorasi dan mengembangkan berbagai inisiatif terkait teknologi ini, termasuk penelitian dan pengembangan mata uang digital bank sentral (CBDC).

Baru-baru ini, MAS mengusulkan standar untuk penggunaan uang digital, termasuk CBDC dan stablecoin. Tujuannya adalah untuk meningkatkan sistem keuangan tradisional yang ada sambil memanfaatkan manfaat teknologi yang sedang berkembang.

Baca juga: Ripple Melaju Kencang, Raih Lisensi Pembayaran Utama di Singapura!

Singapura telah menyelesaikan tahap pertama dari proyek CBDC-nya, yang dikenal sebagai Proyek Orchid. Proyek ini bertujuan untuk memeriksa desain dan teknis dari sistem CBDC di Singapura, serta bagaimana CBDC akan berfungsi dengan kerangka pembayaran yang ada.

Pada akhirnya, dengan usulan kerangka kerja ini, Singapura terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam adopsi dan inovasi teknologi blockchain dan aset digital. Langkah ini menunjukkan komitmen negara tersebut untuk memanfaatkan teknologi baru ini untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam sistem keuangan tradisionalnya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: