Bank Sentral Korea Selatan Siapkan Masa Depan Sistem Pembayaran dengan CBDC

author:

Bank Sentral Korea Selatan Siapkan Masa Depan Sistem Pembayaran dengan CBDC

Bank Sentral Korea Selatan (BOK) telah merilis Laporan Sistem Pembayaran dan Penyelesaian 2022 mereka. Laporan ini menunjukkan bahwa pengawasan sistem telah dilakukan dengan sukses dan bank sedang mempersiapkan masa depan dengan mata uang digital bank sentral (CBDC). BOK juga sedang mendiskusikan regulasi stablecoin secara luas.

BOK-Wire+: Membawa Pembayaran Cepat ke Tingkat Berikutnya

bank sentral korea selatan cbdc

BOK-Wire+, mekanisme pembayaran cepat dari Bank Sentral Korea Selatan, diharapkan akan berkembang menjadi sistem penyelesaian bruto real-time (RTGS). Ini adalah langkah besar dalam meningkatkan efisiensi dan kecepatan transaksi. Selain itu, BOK-Wire+ juga telah mempertimbangkan standar ISO 20022, yang diharapkan akan diimplementasikan pada tahun 2028. Standar ini akan membantu memastikan interoperabilitas dan konsistensi dalam transaksi.

Baca juga: Rusia Siap Uji Coba Rubel Digital, Langkah Strategis di Tengah Krisis Ekonomi!

Selain itu, BOK juga berencana untuk meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas pembayaran “Big Tech”. Ini adalah langkah penting dalam memastikan keamanan dan keadilan dalam sistem pembayaran. Dengan meningkatkan pengawasan, BOK dapat memastikan bahwa perusahaan teknologi besar tidak menyalahgunakan posisi mereka dan bahwa konsumen dilindungi.

Akhirnya, BOK juga berencana untuk mengembangkan kemampuannya untuk merespons “risiko operasional IT”. Dalam dunia digital yang semakin kompleks, kemampuan untuk merespons dan mengatasi risiko IT menjadi semakin penting. Dengan meningkatkan kemampuannya dalam hal ini, BOK dapat memastikan bahwa sistem pembayaran tetap aman dan dapat diandalkan.

Persiapan CBDC: Menggunakan Smart Contract dan Pembayaran Offline

BOK juga sedang mempersiapkan pengenalan CBDC yang mungkin. Sebagai bagian dari persiapan ini, BOK telah menyelidiki penggunaan smart contract, pembayaran offline dengan komunikasi jarak dekat, dan transaksi lintas batas. Ini adalah langkah-langkah penting dalam memastikan bahwa CBDC dapat berfungsi secara efektif dan efisien.

Selain itu, BOK juga telah menjalin hubungan antara 14 bank, Korea Financial Telecommunications and Clearings Institute (KFTCI), dan sistem CBDC simulasi mereka. Ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa CBDC dapat berintegrasi dengan baik dengan sistem pembayaran yang ada.

Akhirnya, BOK juga telah mencoba menggunakan protokol zero-knowledge proof untuk membersihkan transaksi CBDC untuk peningkatan privasi. Ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa transaksi CBDC tetap aman dan privasi pengguna dilindungi.

Baca juga: India Memacu Revolusi Digital: Beberapa Bank dan Pelanggan Bergabung dalam Uji Coba CBDC

Regulasi Aset Crypto: Kemajuan Konkret dan Tantangan yang Masih Ada

Laporan BOK juga menyoroti “kemajuan konkret” dalam regulasi aset crypto di negara tersebut melalui Framework Act on Digital Assets Act. Namun, kerangka regulasi ini dianggap tidak memadai untuk memungkinkan pembayaran berbasis cryptocurrency.

Meskipun ada kemajuan, masih ada tantangan yang harus diatasi. Misalnya, ada kebutuhan untuk lebih banyak klarifikasi dan panduan tentang bagaimana aset crypto harus diatur. Selain itu, ada juga kebutuhan untuk memastikan bahwa regulasi tidak menghambat inovasi atau pertumbuhan industri crypto.

Akhirnya, ada juga kebutuhan untuk memastikan bahwa regulasi aset crypto dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan teknologi blockchain dan aset crypto terus berkembang, regulasi juga harus dapat beradaptasi dan berkembang. Ini adalah tantangan yang harus diatasi oleh BOK dan regulator lainnya di seluruh dunia.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: