Bank of America: CBDC Akan Merevolusi Sistem Keuangan Global

author:

Bank of America: CBDC Akan Merevolusi Sistem Keuangan Global

Terhitung sejak beberapa tahun yang lalu, Amerika jadi salah satu negara yang secara aktif mengadopsi crypto. Pada akhir tahun 2022 lalu, Amerika memperbolehkan NFT sebagai alat penggalangan dana untuk pemilu. Di awal tahun 2023, Amerika memiliki resolusi untuk perketat pengawasan industri crypto. Tak mau ketinggalan dengan negara lain, Bank of America mengatakan bahwa mata uang digital bank sentral atau CBDC memiliki potensi untuk merevolusi sistem keuangan global.

CBDC Berpotensi Merevolusi Sistem Keuangan

CBDC Sebagai Revolusi Ssitem Keuangan

Dilansir dari Coindesk (17/1/23), dalam sebuah laporan penelitian, Bank of America mengatakan bahwa mata uang digital, seperti mata uang digital bank sentral (CBDC) dan stablecoin adalah sebuah evolusi alami dari uang dan pembayaran.

Menurut para analis yang dipimpin oleh Alkesh Shah, CBDC tidak mengubah definisi uang, tetapi kemungkinan akan mengubah bagaimana dan kapan nilai ditransfer selama 15 tahun ke depan. Selain itu, para analis menambahkan bahwa mata uang digital bank sentral memiliki “potensi untuk merevolusi sistem keuangan global dan mungkin merupakan kemajuan teknologi paling signifikan dalam sejarah uang.”

Secara singkat, CBDC biasanya menggunakan teknologi blockchain untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya. Stablecoin adalah jenis mata uang crypto yang nilainya dipatok ke aset lain, seperti dolar AS atau emas.

Baca juga: Kompak Larang Crypto, Kini Iran dan Rusia Bekerja Sama Luncurkan Stablecoin

Manfaat dan Risiko CBDC Menurut Bank of America

Menurut laporan Coindesk, manfaat dan risiko CBDC bergantung pada desain dan penerbitannya, tetapi Bank of America mengharapkan bank sentral di negara maju untuk fokus pada efisiensi pembayaran, sedangkan bank sentral di negara berkembang akan fokus pada inklusi keuangan.

Meski begitu, CBDC bukannya tanpa risiko. CBDC dapat mendorong persaingan dengan deposito bank dan ketidaksetaraan di antara negara-negara secara global, menurut catatan Bank of America.

Secara keseluruhan, di beberapa negara, penerbitan CBDC mungkin tidak akan terjadi selama lebih dari satu dekade, tetapi bank sentral diharapkan untuk “mengadopsi kemajuan teknologi atau risiko ketidakrelevanan dalam jangka panjang,” tambah catatan tersebut. Selanjutnya, Bank of America mengatakan pihaknya mengharapkan bank sentral dan pemerintah akan mendorong inovasi aset digital dengan masukan dari sektor swasta.

Pengadopsian CBDC di Beberapa Negara Sejauh Ini

Adopsi CBDC di Dunia

Dalam beberapa tahun belakangan, mata uang digital bank sentral (CBDC) dan stablecoin telah menarik perhatian negara-negara global. Hal ini terbukti dari berbagai negara yang mengadopsi CBDC dan melakukan uji coba untuk memasukkan CBDC ke dalam kehidupan sehari-hari, menurut laporan Watcher Guru (17/1/23).

Beberapa perkembangan terbaru mengenai CBDC, mencakup rencana Jepang untuk meluncurkan CBDC di tahun 2026, serta India yang merencankan CBDC Rupee digital. Tak hanya itu, bank sentral Brasil juga memiliki rencana meluncurkan CBDC pada tahun 2024. Lebih luas lagi, beberapa waktu lalu Eurogroup tengah lakukan penelitian terhadap Euro digital.

Bagaimana dengan Indonesia? Gak mau kalah, pada pertengahan tahun 2021, Indonesia juga memiliki rencana untuk luncurkan CBDC. Baca selengkapnya di BI Rencana Luncurkan Central Bank Digital Currency atau Mata Uang Digital Indonesia


Referensi: