Bank Mitra Tether, Britannia, Terjerat Kasus Hukum! Apa yang Terjadi?

Bank Mitra Tether, Britannia, Terjerat Kasus Hukum! Apa yang Terjadi?

Dalam dunia yang semakin digital, skandal finansial tak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga di dunia crypto. Bank mitra Tether, Britannia Financial, dilaporkan tengah menghadapi gugatan hukum terkait dugaan gagal bayar atas aset yang menghasilkan pendapatan sebesar $1 miliar dari Tether. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Kasus Hukum yang Mengguncang Dunia Crypto

Britannia Financial, bank mitra dari Tether, dilaporkan tengah menghadapi gugatan hukum. Gugatan ini bermula dari dugaan Britannia yang gagal membayar penuh harga aset yang menghasilkan pendapatan, yang diduga berkaitan dengan deposit besar dari Tether.

Arbitral International, sebuah perusahaan yang terdaftar di Kepulauan Virgin Inggris, telah menggugat Britannia atas deposit sebesar $1 miliar dari Tether. Kasus ini menjadi sorotan utama di dunia crypto dan memicu berbagai spekulasi.

Gugatan ini berkaitan dengan akuisisi Britannia atas bisnis broker Arbitral yang berbasis di Bahamas, yang dikenal sebagai Arbitral Securities. Britannia mengumumkan akuisisi ini pada Oktober 2021, dan mengintegrasikan broker tersebut ke dalam broker mereka sendiri, Britannia Securities.

Baca Juga: Terungkap! Tether Akan Publikasikan Data Cadangan Real Time di 2024!

Keterlibatan Tether dan Britannia Financial

tether dan britannical financial
Sumber: Crypto Daily

Menurut laporan, Britannia dan Arbitral sepakat bahwa Britannia Financial akan membayar sejumlah tambahan berdasarkan jumlah aset yang menghasilkan pendapatan yang dimiliki oleh Arbitral Securities setahun setelah penjualan. Kesepakatan ini dilaporkan mencakup klien yang awalnya diperkenalkan oleh Arbitral atau pihak terkait.

Tether, yang merupakan salah satu mata uang crypto stabil yang populer, membuka akun dengan anak perusahaan Britannia Financial pada November 2021. Britannia Financial dilaporkan diperkenalkan kepada Tether oleh Aldo Mazzella, yang digambarkan sebagai “pengenalan profesional” dan diyakini telah memiliki hubungan komersial dengan Tether sejak sekitar 2017.

Baca Juga: Paolo Ardoino Ditunjuk Sebagai CEO Tether yang Baru dalam Langkah Strategis!

Dampak Kasus Hukum ini bagi Tether dan Britannia Financial

Kasus hukum ini tentunya membawa dampak signifikan bagi Tether dan Britannia Financial. Tether, yang kini memiliki kapitalisasi pasar mendekati $90 miliar, telah menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Nilai USDT mencapai rekor baru pada 20 November, naik 33% sejak awal 2023.

Namun, dengan adanya kasus hukum ini, dinamika operasional dan hubungan Tether dalam sektor perbankan dapat terpengaruh. Sementara itu, Britannia Financial juga harus berurusan dengan masalah hukum yang dapat mempengaruhi reputasi dan operasional mereka.

Kasus hukum ini menunjukkan bahwa dunia crypto juga memiliki tantangan dan risiko tersendiri. Bagaimana hasil dari kasus hukum ini tentunya akan sangat menentukan bagi masa depan Tether dan Britannia Financial, serta bisa menjadi preseden penting bagi interaksi antara institusi keuangan tradisional dan domain cryptocurrency.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: