Bank Eropa dengan AUM $600 Miliar Berinvestasi di ETF Bitcoin BlackRock!

author:

Bank Eropa dengan AUM $600 Miliar Berinvestasi di ETF Bitcoin BlackRock!

Jakarta, Pintu News – Industri aset digital mencatat perkembangan penting di awal tahun ini dengan disetujuinya ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat. Persetujuan perdana ini melihat sejumlah opsi memasuki pasar.

Namun, yang paling sukses terbukti adalah IBIT milik BlackRock. Perusahaan manajemen aset senilai $9 triliun ini telah memimpin sejauh menyangkut penawaran investasi BTC.

BNP Paribas Jadi Bank Besar Pertama yang Beli ETF Bitcoin Spot

Sumber: Watcher Guru

Baru-baru ini, bank terbesar kedua di Eropa diketahui ikut serta dalam kesuksesan IBIT BlackRock. Pasalnya, BNP Paribas telah membeli saham ETF Bitcoin Spot BlackRock.

Baca juga: Standard Chartered Ungkap Harga Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

Akuisisi tersebut terungkap dalam pengajuan baru ke SEC yang menunjukkan transaksi tersebut terjadi pada awal bulan. Meskipun harga sahamnya kurang dari satu Bitcoin, namun tetap menjadi perkembangan penting bagi sektor ini secara keseluruhan.

BNP Paribas sekarang menjadi contoh pertama yang terverifikasi dari lembaga keuangan berskala seperti itu yang membeli saham tersebut. Selain itu, hal ini terus membuktikan prediksi yang benar mengenai dampak penawaran investasi.

Secara khusus, dalam hal itu akan mendorong minat institusional lebih lanjut pada BTC melalui ETF Bitcoin Spot ini.

Institusi Besar Mulai Lirik ETF Bitcoin Spot

etf bitcoin bank besar
Generated by Ai

Langkah BNP Paribas ini sejalan dengan prediksi analis ETF Senior Bloomberg, Eric Balchunas. Awal pekan ini, Balchunas menanggapi klaim Jim Bianco tentang rendahnya adopsi institusional ETF Bitcoin.

Analis tersebut mencatat bahwa beberapa penasihat investasi dan investor institusional lainnya belum menyerahkan pengajuan 13F mereka untuk kuartal pertama tahun 2024.

Selain itu, Balchunas menyatakan bahwa ia memperkirakan lebih dari 500 penasihat investasi akan mengungkapkan kepemilikan mereka paling lambat tanggal 15 Mei, yang merupakan batas waktu untuk pengajuan 13F.

Oleh karena itu, pengungkapan terbaru oleh BNP Paribas menegaskan kembali bahwa adopsi institusional ETF Bitcoin akan melonjak.

Baca juga: Riot Platforms Raup Pendapatan Bersih Kuartal 1 Tahun 2024 Sebesar $211 Juta!

ETF Bitcoin Spot Catat Arus Keluar Besar-besaran

Menyusul pertemuan FOMC baru-baru ini yang dipimpin oleh Jerome Powell, di mana suku bunga tidak berubah, ETF Bitcoin Spot AS mengalami lonjakan signifikan dalam arus keluar yang melebihi $560 juta pada tanggal 1 Mei.

Selain itu, pengumuman tersebut berkontribusi pada penurunan lebih lanjut sebesar 5% dalam harga Bitcoin, yang turun di bawah $57.500. Menurut data yang diberikan oleh investor Farside, hari Rabu terjadi arus keluar bersih sebesar $563,7 juta dari ETF Bitcoin Spot.

Hebatnya, ETF IBIT BlackRock menyaksikan arus keluar pertamanya sejak awal, dengan total $37 juta. Selain itu, FBTC Fidelity memimpin arus keluar dengan jumlah yang mengejutkan sebesar $191 juta, melampaui GBTC Grayscale, yang mencatat arus keluar sebesar $167 juta.

Untuk pertama kalinya, semua ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat melaporkan arus keluar bersih pada hari yang sama, menyoroti tekanan jual yang meningkat di pasar.

Secara keseluruhan, Langkah BNP Paribas untuk membeli saham ETF Bitcoin Spot BlackRock menandai perkembangan penting dalam adopsi institusional mata uang kripto. Hal ini menunjukkan bahwa lembaga keuangan besar semakin tertarik pada aset digital dan melihat potensi jangka panjangnya.

Diharapkan lebih banyak institusi akan mengikuti jejak BNP Paribas dalam waktu dekat, yang dapat memberikan dorongan signifikan bagi pasar kripto secara keseluruhan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

*Featured Image: Viska Digital