Heboh! Ava Labs Pecat 12% Karyawan demi Ekspansi Bisnis

author:

Heboh! Ava Labs Pecat 12% Karyawan demi Ekspansi Bisnis

Dalam upaya realokasi sumber daya, Ava Labs, tim di balik blockchain Avalanche, memutuskan untuk memangkas 12% dari total karyawan mereka. CEO dan pendiri Ava Labs, Emin Gün Sirer, mengonfirmasi berita ini setelah beberapa mantan karyawan Ava Labs mengumumkan pemecatan mereka di X (dulu Twitter).

Pemangkasan Karyawan Ava Labs

ava labs pecat 12% karyawan
Sumber: Twitter

Pemecatan ini mempengaruhi 12% dari total karyawan Ava Labs, memungkinkan perusahaan untuk mengalihkan sumber daya dan fokus pada pertumbuhan perusahaan serta ekosistem Avalanche.

Baca juga: Upgrade Astra oleh Ava Labs: Revolusi Baru dalam Arsitektur Subnet Avalanche

Gün Sirer mengakui bahwa pasar bear bisa sulit untuk ditangani, namun ia menegaskan bahwa Ava Labs berada dalam posisi yang baik dengan landasan dan sumber daya yang signifikan. Dengan total 335 karyawan, sekitar 40 orang terdampak dari pemecatan ini.

Garrison Yang, wakil presiden pertumbuhan dan strategi Ava Labs, memberikan petunjuk bahwa banyak pemecatan berasal dari tim pemasaran perusahaan. Zach Manafort, mantan anggota tim pemasaran pertumbuhan game, adalah salah satu dari mereka yang dipecat. Pemecatannya terjadi meskipun ia telah aktif dalam komunitas Avalanche sejak 2020.

Pemecatan Massal di Industri Crypto

crypto news
Sumber: Freepik

Pemecatan massal ini terjadi hanya beberapa hari setelah pemotongan staf 50% oleh pasar token nonfungible OpenSea pada 3 November 2023.

Neil Dundon, pendiri CryptoRecruit, mengatakan bahwa lowongan pekerjaan masih sulit ditemukan di industri crypto meskipun ada peningkatan baru-baru ini dalam kapitalisasi pasar crypto.

Dundon menambahkan bahwa perlu ada lebih banyak tanda menuju pasar bull sebelum ada peningkatan signifikan dalam perekrutan kembali.

Baca juga: OpenSea Bersiap untuk OpenSea 2.0 dengan Pemangkasan 50% Tenaga Kerja

Peningkatan Perekrutan di Industri Crypto

Di sisi lain, Kevin Gibson, pendiri Proof of Search, dan Daniel Adler, pendiri Cryptocurrency Jobs, keduanya mengatakan bahwa mereka telah melihat sedikit peningkatan dalam perekrutan selama beberapa minggu terakhir.

Gibson mengaitkan ini dengan perusahaan crypto yang beroperasi dengan asumsi bahwa mereka mungkin kehilangan bakat ketika kondisi pasar membaik pada 2024. Gibson mencatat bahwa beberapa posisi ini hanya peran dua hingga tiga hari per minggu, bukan posisi penuh waktu.

Meski pemecatan massal ini cukup mengejutkan, Ava Labs tampaknya tetap optimis tentang masa depan mereka. Dengan realokasi sumber daya ini, mereka berharap dapat memperluas bisnis dan ekosistem mereka lebih jauh lagi.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: