Apakah Asia Tenggara Menjadi Kekuatan Baru di Dunia Crypto, Web3, dan AI?

Array

Apakah Asia Tenggara Menjadi Kekuatan Baru di Dunia Crypto, Web3, dan AI?

Asia Tenggara kini menjadi sorotan sebagai pusat baru inovasi crypto, Web3, dan kecerdasan buatan (AI), menarik perhatian global dengan langkah besar menuju revolusi digital. Dengan lima negara di kawasan ini masuk dalam 10 besar adopsi crypto global menurut indeks Chainalysis 2023, gelombang transformasi ini tidak bisa diabaikan. Simak ebrita lengkapnya berikut ini!

Pemimpin Inovasi: Thailand dan Singapura

global index score
Sumber: Chainanalysis

Thailand dan Singapura muncul sebagai pemimpin dalam adopsi blockchain dan AI di Asia Tenggara. Thailand, dengan komitmennya terhadap inovasi, telah menjadi pemain kunci di kancah blockchain, sementara Singapura telah mengalokasikan $112 juta untuk mendukung solusi fintech lokal, termasuk teknologi Web3.

Kedua negara ini tidak hanya berinvestasi dalam teknologi baru tetapi juga menarik platform crypto besar dunia seperti Blockchain.com, Circle, Crypto.com, dan Coinbase untuk beroperasi di wilayah mereka. Inisiatif ini menunjukkan komitmen mereka untuk menjadi pusat inovasi digital global.

Baca Juga: Asia Jadi Pelabuhan Baru yang Aman Selama Musim Dingin Crypto!

Kolaborasi sebagai Kunci Sukses

kolaborasi sukses asia
Sumber: Chainanalysis

Meskipun ada kemajuan signifikan, pendekatan regulasi di kawasan ini masih terfragmentasi, menimbulkan tantangan sekaligus peluang. Nathan Kim dari Unopnd menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara di Asia Tenggara untuk sepenuhnya mewujudkan potensi adopsi Web3.

Kolaborasi ini tidak hanya penting untuk menyatukan regulasi tetapi juga untuk membangun ekosistem yang ramah crypto di kawasan ini. Dengan semangat kerja sama, Asia Tenggara dapat memanfaatkan sepenuhnya manfaat dan potensi adopsi teknologi baru ini.

Baca Juga: Merger Klaytn dan Finschia Ciptakan Ekosistem Web3 Terluas di Asia!

Masa Depan Cerah dengan AI

Selain crypto dan Web3, AI juga menjadi tema utama di Asia Tenggara. Integrasi antara AI, crypto, dan blockchain menjanjikan potensi besar untuk mengubah kawasan ini menjadi pusat teknologi global.

Dengan AI berpotensi menyumbang hampir $1 triliun untuk PDB Asia Tenggara pada tahun 2030, kawasan ini berada di ambang revolusi teknologi yang akan meningkatkan inovasi dan efisiensi di berbagai sektor, menempatkan Asia Tenggara sebagai pemain kunci dalam ekonomi global yang didorong teknologi.

Asia Tenggara kini berada di garis depan revolusi digital, dengan negara-negara seperti Thailand dan Singapura memimpin jalan dalam adopsi crypto, Web3, dan AI. Kolaborasi antarnegara dan integrasi teknologi baru menjanjikan masa depan yang cerah, tidak hanya sebagai pusat inovasi tetapi juga sebagai pemain kunci dalam ekonomi global yang didorong oleh teknologi. Dengan potensi yang besar ini, Asia Tenggara siap untuk menjadi kekuatan baru di dunia digital.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Array