Arab Saudi dan Aliansi BRICS: Sebuah Pembaruan yang Dinanti

Arab Saudi dan Aliansi BRICS: Sebuah Pembaruan yang Dinanti

Aliansi ekonomi BRICS telah mengalami tahun yang sangat penting di tahun 2023. Blok tersebut telah merangkul upaya de-dolarisasi yang lebih besar yang telah meningkatkan otonomi ekonomi secara keseluruhan. Selain itu, telah memberlakukan inisiatif ekspansi sejati pertama yang membuatnya tumbuh dari lima negara menjadi kelompok 10 negara.

Meskipun lima negara baru secara resmi menerima undangan yang dikeluarkan, salah satu negara yang berharga dari ekspansi tersebut telah mundur dari keputusan awalnya untuk bergabung. Secara khusus, Arab Saudi telah menyatakan bahwa mereka masih dalam tahap pertimbangan mengenai keanggotaan aliansi BRICS-nya.

Arab Saudi dan BRICS: Sebuah Aliansi yang Dinanti

Arab Saudi telah lama dikaitkan dengan kemungkinan bergabung dengan aliansi ekonomi BRICS, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Namun, negara kerajaan itu belum secara resmi mengajukan keanggotaannya. Ada beberapa alasan mengapa Arab Saudi tertarik untuk bergabung dengan BRICS.

Baca Juga: MicroStrategy Bergegas Menambah Kekayaan Bitcoin dengan Penawaran Utang $525 Juta!

Pertama, aliansi tersebut menawarkan platform bagi negara-negara berkembang untuk bekerja sama dalam berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, dan keamanan. Kedua, BRICS memberikan alternatif bagi lembaga-lembaga keuangan internasional yang didominasi Barat, seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Ketiga, bergabung dengan BRICS akan meningkatkan profil internasional Arab Saudi dan memperkuat hubungannya dengan negara-negara berkembang lainnya.

Tantangan bagi Arab Saudi

Arab Saudi Bergabung dengan BRICS- Pergeseran Kekuatan Finansial Global?
Pakistan Today

Meskipun ada banyak manfaat potensial untuk bergabung dengan BRICS, ada juga beberapa tantangan yang harus dihadapi Arab Saudi. Pertama, negara kerajaan itu sangat bergantung pada ekspor minyak, yang membuatnya rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia.

Kedua, Arab Saudi memiliki catatan hak asasi manusia yang buruk, yang dapat menjadi penghalang untuk bergabung dengan aliansi yang mempromosikan tata kelola yang baik dan demokrasi. Ketiga, Arab Saudi adalah sekutu dekat Amerika Serikat, dan bergabung dengan BRICS dapat dilihat sebagai tantangan bagi hubungan tersebut.

Prospek Keanggotaan Arab Saudi di BRICS

Meskipun ada tantangan, prospek keanggotaan Arab Saudi di BRICS tetap terbuka. Negara kerajaan itu memiliki ekonomi yang kuat dan hubungan yang baik dengan negara-negara BRICS lainnya. Selain itu, Arab Saudi telah menunjukkan minat yang kuat untuk bergabung dengan aliansi tersebut.

Jika Arab Saudi bergabung dengan BRICS, itu akan menjadi langkah signifikan bagi aliansi tersebut. Arab Saudi akan menjadi negara anggota terbesar keenam BRICS, dan akan menambah kekuatan ekonomi dan politik aliansi tersebut. Bergabungnya Arab Saudi juga akan memperkuat hubungan antara BRICS dan negara-negara Timur Tengah lainnya.

Arab Saudi dan BRICS: Sebuah Perkembangan yang Dinantikan

Arab Saudi dan BRICS telah lama saling melirik, dengan Arab Saudi tertarik pada potensi manfaat ekonomi dan politik dari keanggotaan BRICS, sementara BRICS melihat Arab Saudi sebagai mitra potensial yang kuat.

Meskipun ada beberapa tantangan yang harus diatasi, prospek keanggotaan Arab Saudi di BRICS tetap terbuka. Jika Arab Saudi bergabung dengan BRICS, itu akan menjadi langkah signifikan bagi aliansi tersebut dan akan memiliki implikasi penting bagi ekonomi dan politik global.

Baca Juga: BRICS: Timur Tengah Bisa Akhiri Dominasi Dolar AS Lewat Minyak

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi