Amerika Serikat dan Vietnam Buat Kesepakatan di Bidang AI, Chip, dan Teknologi

author:

Array

Amerika Serikat dan Vietnam Buat Kesepakatan di Bidang AI, Chip, dan Teknologi

Dalam upaya memperkuat kerjasama teknologi dan ekonomi, Amerika Serikat dan Vietnam telah mengumumkan kesepakatan bisnis senilai miliaran dolar di bidang kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan komputasi awan.

Kesepakatan ini tidak hanya menandai langkah besar dalam hubungan bilateral kedua negara tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap dinamika regional, khususnya dengan China.

Latar Belakang Hubungan AS dan Vietnam

Vietnam, dengan pertumbuhan ekonominya yang pesat, kini menduduki peringkat 34 secara global dengan PDB sebesar $450 miliar. Perubahan dari kontrol ekonomi yang terpusat menjadi lebih terbuka telah memungkinkan AS menjadi salah satu pasar ekspor terbesarnya.

Kesepakatan ini juga mencakup rencana dari Amkor dan Boeing untuk mendirikan pabrik baru di dekat ibu kota Vietnam, Hanoi. Mulai Oktober, pabrik ini akan bertanggung jawab atas perakitan, pengemasan, dan pengujian chip AI.

Baca juga: Google Kucurkan Dana $20 Juta untuk Proyek AI yang Bertanggung Jawab!

Tidak hanya itu, keterlibatan perusahaan teknologi besar seperti Google, Intel, Microsoft, dan Nvidia menunjukkan betapa pentingnya kesepakatan ini dalam mendorong kemajuan teknologi.

Hubungan AS-Vietnam: Sebuah Lompatan Besar

Sumber: Reuters

Presiden AS, Joe Biden, menggambarkan kesepakatan ini sebagai “peningkatan” formal dari hubungan antara kedua negara. Dia menekankan pentingnya kerjasama dalam teknologi yang sedang berkembang, terutama dalam membangun rantai pasokan semikonduktor yang lebih tangguh.

Meskipun ada sejarah perang Vietnam yang rumit, hubungan antara AS dan Vietnam telah berkembang pesat. Kesepakatan AI ini dikabarkan telah meningkatkan AS dua tingkat dalam hierarki bilateral Vietnam.

Sebelumnya, hubungan dengan AS sempat terhambat karena keengganan Vietnam untuk menyinggung China. Namun, dengan kesepakatan ini, tampaknya kedua negara siap untuk memulai babak baru dalam hubungan mereka.

Baca juga: Musuh Bebuyutan, China Berusaha Kembangkan Teknologi AI tanpa Chip Amerika

Apakah AS Mengganggu Hubungan China-Vietnam?

AS dan China saat ini sedang bersaing ketat dalam produksi dan penerapan sistem AI tingkat tinggi. Larangan ekspor yang diberlakukan oleh AS pada Oktober 2022 terhadap chip semikonduktor canggih menuju China menunjukkan komitmen AS untuk menjaga keunggulannya.

Oleh karenanya, kerjasama dengan Vietnam melalui kemitraan ini tidak hanya memperkuat posisi AS dalam kompetisi ini tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi di kawasan tersebut.

Meskipun demikian, Presiden Biden menegaskan bahwa tujuan dari kesepakatan ini bukan untuk “mengandung” China, tetapi untuk memiliki “basis yang stabil” di kawasan tersebut.

Secara keseluruhan, kesepakatan antara AS dan Vietnam ini menandai era baru dalam kerjasama teknologi dan ekonomi. Dengan potensi pertumbuhan yang besar dan dukungan dari perusahaan teknologi terkemuka, masa depan hubungan bilateral kedua negara tampaknya cerah.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Array