Alibaba Mengejutkan Dunia dengan AI Canggih! Awal dari Dominasi Global?

Alibaba Mengejutkan Dunia dengan AI Canggih! Awal dari Dominasi Global?

Raksasa teknologi asal Hangzhou, Alibaba, baru-baru ini meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka, Tongyi Qianwen 2.0. Model bahasa besar (LLM) ini menjanjikan peningkatan substansial dalam pemahaman instruksi kompleks, penulisan kreatif, penalaran, dan pencegahan halusinasi.

Langkah ini menandai eskalasi persaingan AI antara AS dan China, dengan Alibaba yang berambisi menyaingi raksasa teknologi Amerika seperti Amazon dan Microsoft. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Tongyi Qianwen 2.0: Lompatan Alibaba di AI

tongyi qianwen 2.0
Sumber: CNN

Alibaba telah mengumumkan Tongyi Qianwen 2.0 sebagai peningkatan besar dari pendahulunya yang diluncurkan pada April. Model ini dilatih dengan data dalam jumlah besar dan menjadi dasar untuk aplikasi AI generatif seperti ChatGPT, yang dikembangkan oleh firma AS, OpenAI.

Alibaba mengklaim bahwa Tongyi Qianwen 2.0 memiliki kemampuan luar biasa dalam memahami instruksi kompleks, menulis kreatif, penalaran, mengingat, dan mencegah halusinasi—istilah untuk AI yang menyajikan informasi yang tidak akurat.

Selain itu, Alibaba juga meluncurkan model AI yang dirancang untuk aplikasi di industri tertentu seperti konsultasi hukum dan keuangan. Ini merupakan strategi Alibaba untuk merambah bisnis dengan menawarkan alat bagi perusahaan untuk membangun produk AI generatif mereka sendiri menggunakan data mereka sendiri. Hal ini menjawab kekhawatiran bisnis tentang akses data oleh pihak ketiga pada produk AI generatif publik seperti ChatGPT.

Baca Juga: Alibaba Luncurkan Model AI Tongyi Qianwen untuk Publik, Langkah Besar Menuju Dominasi AI di China?

Persaingan AI di China dan Global

Pengumuman Alibaba tentang Tongyi Qianwen 2.0 memanaskan persaingan AI di China, di mana raksasa teknologi China lainnya seperti Baidu juga telah meluncurkan model AI mereka sendiri. Di sisi lain, Alibaba berusaha mengejar ketertinggalan dengan Amazon dan Microsoft di pasar global. Alibaba, sebagai pemain cloud terbesar di China, menunjukkan ambisi mereka untuk tidak hanya mendominasi pasar domestik tetapi juga bersaing di kancah internasional.

Pada saat yang sama, regulasi global AI terus berkembang untuk memastikan pemanfaatan AI yang bertanggung jawab. Di AS, Presiden Joe Biden telah menandatangani perintah eksekutif pertama tentang AI, yang menetapkan penilaian keselamatan baru, panduan hak sipil, dan penelitian tentang dampak AI di pasar tenaga kerja. Ini menunjukkan bahwa sementara inovasi teknologi berkembang, pengawasan regulasi juga tidak kalah penting.

Baca Juga: Baidu Rilis Ernie 4.0, Chatbot AI Baru yang Bakal Saingi ChatGPT Milik OpenAI?

Platform GenAI dan Masa Depan AI

Alibaba tidak hanya memperkenalkan model AI baru tetapi juga platform GenAI Service Platform, yang memungkinkan perusahaan untuk membuat aplikasi AI generatif mereka sendiri. Ini menawarkan solusi bagi perusahaan yang khawatir data mereka dapat diakses oleh pihak ketiga. Platform ini bersaing dengan layanan serupa dari Microsoft Azure OpenAI Studio dan Amazon Web Service’s Bedrock, menandakan bahwa Alibaba siap mengambil pangsa pasar di industri AI.

Dengan langkah ini, Alibaba menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam inovasi AI di China dan menunjukkan potensi untuk menjadi pemain kunci di pasar global. Keberhasilan mereka dalam mengintegrasikan AI ke dalam berbagai industri bisa menjadi kunci untuk dominasi global.

Dengan peluncuran Tongyi Qianwen 2.0 dan GenAI Service Platform, Alibaba tidak hanya memperkuat posisi mereka di China tetapi juga menantang dominasi perusahaan teknologi AS.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: