Airdrop Crypto: Peluang Cuan atau Jebakan Harga?

Airdrop Crypto: Peluang Cuan atau Jebakan Harga?

Dalam dunia crypto, airdrop merupakan salah satu cara yang umum digunakan oleh proyek crypto baru untuk menarik perhatian dan menggaet pengguna. Airdrop melibatkan pembagian token gratis kepada pengguna yang memenuhi kriteria tertentu, seperti mendaftar di platform atau mengikuti media sosial proyek tersebut.

Meskipun airdrop sering dianggap sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan, sebuah laporan terbaru dari CoinGecko menunjukkan bahwa sebagian besar token airdrop justru mencapai harga tertinggi dalam waktu singkat setelah diluncurkan.

Airdrop: Berkah atau Malapetaka?

Laporan CoinGecko menganalisis 50 airdrop crypto terbesar yang terjadi antara 1 Januari 2020 hingga 20 Februari 2024. Hasilnya, ditemukan bahwa 23 dari 50 token (46%) mencapai harga tertinggi sepanjang masa dalam waktu dua minggu setelah tanggal airdrop. Token-token ini menghasilkan keuntungan berkisar antara 37% hingga 425%.

Baca Juga: Bitcoin: Misteri di Balik Batas Maksimum 21 Juta Token Terungkap!

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa 16 dari 23 token mencapai puncak keuntungan antara hari kedua hingga ke-14 setelah tanggal airdrop. Sementara itu, tujuh token lainnya mencapai rekor tertinggi pada hari airdrop tetapi tidak mampu bertahan setelahnya.

Mengapa Token Airdrop Cepat Meroket?

airdrop fusionist
Sumber: Built In

Menurut CoinGecko, data tersebut menunjukkan bahwa token airdrop cenderung mengalami lonjakan minat dalam waktu singkat setelah diluncurkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

– Ekspektasi Tinggi: Airdrop sering kali dikaitkan dengan proyek crypto baru yang memiliki potensi besar. Hal ini membuat para investor crypto berekspektasi tinggi terhadap token airdrop dan membelinya dengan harapan harganya akan naik.

– FOMO (Fear of Missing Out): Ketika sebuah token airdrop mulai naik harganya, banyak investor yang takut ketinggalan (FOMO) dan ikut membelinya. Hal ini semakin mendorong harga token tersebut naik.

– Spekulasi: Pasar crypto sering kali didorong oleh spekulasi. Ketika sebuah token airdrop mulai menarik perhatian, para spekulan akan membelinya dengan harapan harganya akan terus naik.

Kapan Waktu Terbaik Menjual Token Airdrop?

Berdasarkan laporan CoinGecko, waktu terbaik untuk menjual token airdrop adalah dalam waktu 14 hari setelah menerima token tersebut. Hal ini karena sebagian besar token airdrop mencapai harga tertinggi dalam waktu tersebut.

Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua token airdrop akan mengikuti pola ini. Beberapa token mungkin terus naik harganya setelah 14 hari, sementara yang lain mungkin langsung turun.

Kesimpulan

Airdrop crypto dapat menjadi peluang yang menguntungkan, tetapi juga bisa menjadi jebakan harga. Untuk memaksimalkan keuntungan dari airdrop, penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga token airdrop dan menentukan waktu yang tepat untuk menjualnya.

Baca Juga: XRP Melonjak: Analis Prediksi Harga Tembus $200

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi