Waspada, AI Bisa Picu Krisis Keuangan Global!

Waspada, AI Bisa Picu Krisis Keuangan Global!

Jakarta, Pintu News – Filsuf, sejarawan, dan penulis buku terlaris, Yuval Noah Harari, memperingatkan tentang potensi bahaya kecerdasan buatan (AI) yang dapat lepas kendali dalam sistem keuangan. Ia menyampaikan hal ini dalam KTT Inovasi Bank for International Settlements (BIS). Menurutnya, diperlukan lembaga yang kuat untuk mengendalikan AI. Simak berita lengkapnya berikut ini!

AI dalam Sistem Keuangan

Harari berpendapat bahwa sistem keuangan menciptakan kepercayaan. Uang, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya memungkinkan jutaan orang asing bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Namun, belum ada upaya untuk membuat regulasi keuangan yang dapat dipahami “oleh manusia,” katanya.

Harari mencontohkan krisis keuangan 2007-2008 sebagai akibat dari inovasi keuangan yang tidak dapat dipahami. Regulator tidak dapat memahami produk keuangan baru dengan cukup baik untuk mengaturnya.

Baca Juga: Warren Buffett Membandingkan AI dengan Nuklir Setelah Melihat Video Palsu Dirinya

Bahaya AI yang Tidak Terkendali

AI adalah bentuk kecerdasan asing yang baru pada tahap awal evolusinya. AI tidak bernalar seperti manusia dan dapat dengan mudah menciptakan instrumen keuangan yang berada di luar imajinasi manusia, mengalihkan kekuasaan dari politisi dan regulator ke algoritma.

Hubungan kepercayaan akan dibangun antara sistem AI daripada antara manusia, dan dalam krisis keuangan, politisi dan regulator akan dipaksa untuk mempercayai AI. Terganggunya hubungan kepercayaan ini dapat menyebabkan ketidakstabilan sosial. Kepercayaan pada politisi dan lembaga sudah menurun, kata Harari.

Baca Juga: Perusahaan AI China Tantang ChatGPT OpenAI, Siapa Juaranya?

Perlunya Regulasi yang Kuat

Harari melanjutkan, regulasi tidak boleh diserahkan kepada para jenius atau “pemimpin karismatik”. Hanya lembaga yang dapat “menjaga manusia dalam lingkaran”. Namun, tetap ada bahaya. Inovasi yang mengubah dunia seringkali berhasil hanya setelah serangkaian upaya yang gagal untuk menggunakannya.

Harari menggambarkan imperialisme, komunisme, dan Nazisme sebagai upaya yang gagal untuk membangun masyarakat industri – dengan puluhan juta korban. Sementara itu, AI mampu menghasilkan ide tentang cara menggunakan dirinya sendiri.

Harari mengatakan regulator perlu berkonsentrasi untuk membangun lebih banyak kepercayaan antara orang-orang untuk memastikan sistem keuangan masa depan stabil dan ramah manusia.

Kesimpulan

Penggunaan AI yang tidak terkendali dalam sistem keuangan dapat menyebabkan hasil yang mengerikan. Diperlukan lembaga yang kuat untuk mengendalikan AI dan memastikan bahwa sistem keuangan tetap stabil dan dapat dipercaya oleh manusia.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi