Masa Depan Musik di Tangan AI? Eksekutif Warner Music Group Ungkap Peluang dan Tantangan!

Masa Depan Musik di Tangan AI? Eksekutif Warner Music Group Ungkap Peluang dan Tantangan!

Pada bulan April 2023, Oana Ruxandra, kepala digital officer dan executive vice president bidang pengembangan bisnis Warner Music Group, mengatakan bahwa dia mengharapkan alat-alat musik yang didorong oleh artificial inteligence (AI) akan “membuka dunia seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurutnya, hal ini akan menginspirasi bentuk-bentuk kreativitas baru dan sub-genre di industri musik dan hiburan.

Potensi dan Kekhawatiran atas AI dalam Musik

Meski pandangan Ruxandra optimis, dia juga mengakui kekhawatiran banyak musisi. “Kita harus sangat waspada,” katanya, menekankan pentingnya melindungi kreativitas dan hak-hak artis.

Baca Juga: Perluas Industri Musik Web3, Layanan Streaming Ini Akuisisi Mint Songs, Perusahaan Startup Musik Web3!

Lagu deep-fake yang dihasilkan AI berjudul “Heart On My Sleeve” menjadi perdebatan hangat karena meniru suara Drake dan The Weeknd, meski keduanya tidak terlibat dalam proses pembuatannya.

Meski begitu, beberapa musisi lain lebih terbuka terhadap teknologi baru ini.

Alat Musik AI dalam Web3

Metaverse dan Musik: Kolaborasi yang Sempurna?
btcpeers.com

Banyak musisi dan platform yang asli dari dunia kripto telah menemukan cara kreatif untuk mengintegrasikan alat AI ke dalam praktik mereka.

Misalnya VNCCII, alter-ego dalam Metaverse dari produser wanita berbasis di Sydney, Samantha Tauber.

Menggunakan Unreal Engine, Tauber menggunakan avatar-nya untuk melakukan siaran langsung dari Metaverse, juga tampil dalam konser dan acara virtual.

Baca Juga: Token Crypto Baru MMT Hebohkan Industri Musik Live, Buka Era Baru Pengalaman Konser!

Perusahaan musik Web3, Pixelnyx, menggabungkan pengalaman augmented reality (AR) dengan permainan Metaverse dan berfokus pada membantu artis menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi penggemar.

PIXELYNX bertujuan untuk mengubah pandangan tradisional kita tentang fandom melalui penggunaan AI, Web3, dan konten yang dihasilkan pengguna (UGC).

Pada bulan April 2023, Pixelnyx merilis Korus, sebuah alat yang memungkinkan pengguna membuat teman musik berbasis AI menggunakan konten artis yang memiliki lisensi resmi.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: