Adopsinya Melonjak, Kini Alamat Non-Zero Bitcoin Mencapai 46 Juta!

author:

Adopsinya Melonjak, Kini Alamat Non-Zero Bitcoin Mencapai 46 Juta!

Kemajuan pesat dalam adopsi Bitcoin semakin terlihat nyata. Menurut laporan terbaru Coingape (6/5/23), jumlah alamat Bitcoin non-nol kini mencapai lebih dari 46 juta, sementara hampir satu juta alamat memiliki setidaknya 1 BTC.

Fenomena ini menunjukkan ketertarikan yang semakin besar terhadap aset crypto ini, terutama di tengah kekhawatiran global terhadap nilai mata uang fiat.

Bahas lebih lanjut mengenai tren adopsi Bitcoin ini, yuk!

Pertumbuhan Alamat Bitcoin Non-Nol Capai 46 Juta

Twitter

Berdasarkan cuitan akun Twitter Glassnode (6/5/23), adopsi Bitcoin terlihat terus melonjak. Pernyataan tersebut didukung oleh jumlah alamat Non-Nol Bitcoin yang kini tercatat mencapai ATH baru, yakni 46,1 juta.

Peningkatan jumlah alamat Bitcoin non-nol mencerminkan adopsi yang semakin masif terhadap mata uang crypto ini. Dalam kurun waktu tertentu, jumlah alamat non-nol Bitcoin telah meningkat pesat hingga mencapai 46 juta.

Dilihat dari hal ini, laporan Finbold menuliskan bahwa semakin banyak pengguna yang mulai menyimpan Bitcoin dalam jumlah yang beragam, mulai dari sebagian kecil hingga jumlah yang besar.

Baca juga: Harga Bitcoin Berpotensi Meningkat Setelah Keputusan The Fed, Ini Hasil Santiment!

Lebih lanjut, tren ini juga menunjukkan bahwa Bitcoin (BTC) menjadi pilihan investasi yang semakin populer. Menurut Michael Saylor, seorang pengusaha dan eksekutif bisnis Amerika, alasan utama di balik fenomena ini adalah kemampuan Bitcoin (BTC) sebagai aset pelindung nilai terhadap inflasi dan gejolak ekonomi global.

Selain itu, adopsi yang semakin luas oleh perusahaan dan institusi keuangan juga berperan dalam peningkatan jumlah alamat Bitcoin non-nol.

Hampir 1 Juta Alamat Punya Setidaknya 1 BTC

Selain pertumbuhan alamat non-nol, jumlah alamat yang memiliki setidaknya 1 BTC juga mengalami peningkatan. Saat ini, hampir satu juta alamat memiliki setidaknya 1 BTC atau setara dengan Rp424 juta (7/5/23).

Mengutip laporan Finbold, fakta terbaru ini menunjukkan bahwa semakin banyak individu dan institusi yang melihat Bitcoin (BTC) sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan.

Selanjutnya, adopsi ini juga kemungkinan didorong oleh beberapa faktor, termasuk kepercayaan yang semakin besar terhadap teknologi blockchain dan crypto sebagai aset yang tangguh.

Tidak hanya itu, kini semakin banyak investor yang melihat Bitcoin sebagai aset pelindung nilai yang dapat melindungi kekayaan mereka dari inflasi dan perubahan nilai mata uang fiat.

Baca juga: Heboh! Perbankan Melesu, Nilai Bitcoin Malah Menguat di Atas Rp420 Juta

Kehilangan Kepercayaan Terhadap Mata Uang Fiat Mendorong Adopsi Bitcoin

Salah satu faktor utama di balik peningkatan adopsi Bitcoin adalah kehilangan kepercayaan terhadap mata uang fiat di seluruh dunia. Menurut Michael Saylor, CEO MicroStrategy, kekhawatiran mengenai nilai mata uang fiat telah mendorong banyak orang untuk beralih ke aset crypto seperti Bitcoin sebagai cara untuk melindungi kekayaan mereka.

Saylor mengatakan, “Ketika orang kehilangan kepercayaan pada mata uang, mereka mencari sesuatu yang lebih tepercaya, dan Bitcoin adalah solusinya.”

Selanjutnya, hal ini menunjukkan bahwa adopsi Bitcoin terus tumbuh seiring dengan ketidakstabilan ekonomi global dan kekhawatiran terhadap inflasi. Selain itu, Bitcoin juga dianggap sebagai aset yang lebih aman dibandingkan dengan mata uang fiat karena sifatnya yang desentralisasi dan terbatas jumlahnya.

Bukan hanya Michael Saylor, beberapa waktu silam, CEO dari dari Ark Invest, Cathie Woods, mengatakan bahwa Bitcoin dan Ether bertindak sebagai aset “risk-off” dan sebagai “flight to safety” bagi para investor di tengah ketidakpastian ekonomi makro.

Penasaran dengan pendapat Woods terhadap mata uang crypto ini? Telusuri lebih lanjut di Perbankan Bergejolak, CEO Wanita Ini Yakin Bitcoin & Ethereum Jadi Aset yang Aman dan Stabil.


*Disclaimer:

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: