70% Pemimpin Teknologi Siap Adopsi AI Generatif untuk Pertahanan Siber, Apakah Kamu Siap?

70% Pemimpin Teknologi Siap Adopsi AI Generatif untuk Pertahanan Siber, Apakah Kamu Siap?

Sebanyak 70% pemimpin teknologi dan bisnis percaya bahwa organisasi mereka akan menggunakan AI generatif untuk pertahanan siber dalam 12 bulan ke depan. Namun, AI generatif bukan hanya aset bagi para pembela, tetapi juga menjadi alat yang kuat dalam gudang senjata para penyerang siber. Simak berita lengkapnya berikut ini!

AI Generatif: Pedang Bermata Dua

ai generatif pwc
Sumber: PwC

AI generatif muncul tidak hanya sebagai aset pembela, tetapi juga sebagai alat yang formidabel dalam gudang senjata penyerang siber. Penyerang dapat memanfaatkan kemampuan ini untuk merancang email yang menarik dan konten deepfake realistis, termasuk video, rekaman, dan gambar, untuk menargetkan individu yang tidak curiga melalui skema phishing.

Menurut laporan PwC, 70% pemimpin teknologi dan bisnis berencana menggunakan AI generatif sebagai komponen kunci strategi pertahanan siber mereka. Pengembangan ini bertujuan untuk meredakan kegelisahan yang berkembang seputar metode keamanan siber tradisional, karena kemampuan AI generatif untuk menghasilkan email bisnis yang canggih dalam skala besar telah memicu ancaman siber.

Baca Juga: Almirall dan Absci Berkolaborasi dalam Penemuan Obat Baru dengan AI, Awal dari Revolusi Medis?

Menghadapi Ancaman yang Berkembang dan Menguatkan Pertahanan Siber

Salah satu aspek yang paling mengkhawatirkan dari AI generatif dalam serangan siber adalah penciptaan strain malware yang dapat berkembang sendiri. Strain ini menghasilkan variasi yang disesuaikan untuk menyerang target tertentu, menggunakan teknik, payload, dan kode polimorfik yang unik.

Keandalan ini secara efektif menghindari deteksi oleh langkah-langkah keamanan yang ada. Untuk memperkuat pertahanan terhadap ancaman yang berkembang yang ditimbulkan oleh serangan siber yang didorong oleh AI generatif, para ahli industri menekankan strategi berikut: Mengamankan seluruh pipa AI, diskusi tingkat dewan yang kolaboratif, dan deteksi dan pertahanan inovatif.

Baca Juga: Goldman Sachs dan AI Generatif: Membuka Tabir Proyek Rahasia di Balik Layar!

Menavigasi Lanskap Keamanan Siber yang Berkembang

cyber ai
Sumber: Freepik

Seiring AI generatif menjadi aset pembela dan senjata yang kuat di tangan penyerang siber, organisasi harus mencapai keseimbangan yang halus. Menerima teknologi ini untuk penggunaan yang etis dan bertanggung jawab sambil memperkuat langkah-langkah keamanan siber adalah suatu keharusan.

Kesadaran, mengamankan pipa AI, dan berinvestasi dalam pertahanan yang mutakhir adalah kunci untuk berhasil menavigasi lanskap keamanan siber yang berkembang. Dalam dunia digital yang ditandai oleh perubahan konstan, strategi ini akan sangat penting untuk melindungi data sensitif dan mempertahankan kepercayaan di ranah digital.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: