Metaverse Dicap Gagal, 93% Orang Faktanya Masih Penasaran Sama Teknologi Ini!

Metaverse Dicap Gagal, 93% Orang Faktanya Masih Penasaran Sama Teknologi Ini!

Terlepas dari kondisi pasar yang melesu selama setahun terakhir, Metaverse dan utilitas potensialnya tetap diminati oleh banyak konsumen.

Menurut data dari survei baru oleh Capgemini, penasihat strategi bisnis dan teknologi, lebih dari tiga perempat konsumen mengharapkan adanya keterlibatan teknologi metaverse dalam interaksi mereka dengan brand dan individu. Seperti apa hasil survei yang dilakukan Capgemini selengkapnya? Simak beritanya seperti dilansir dari laman Cointelegraph berikut ini.

93% Konsumen Ingin Mempelajari Teknologi Metaverse

93% Konsumen Ingin Mempelajari Teknologi Metaverse
Arabian Business

Arabian Business

Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 380 konsumen mengidentifikasi diri mereka memiliki pengetahuan soal Metaverse dengan tiga perempat diantaranya mengatakan bahwa mereka berpartisipasi aktif dalam Metaverse.

Data mengungkapkan bahwa 93% konsumen yang disurvei mengatakan bahwa mereka penasaran dan ingin mengetahui lebih jauh teknologi Metaverse. Sekitar 51% responden diantaranya mengatakan bahwa mereka akan menggunakan Metaverse karena dinilai lebih mudah diakses oleh mereka.

Mayoritas Industri Optimis dengan Perkembangan Metaverse

Hasil survei ini tak hanya berlaku pada konsumen tapi juga berlaku untuk organisasi. Menurut survei, 7 dari 10 organisasi percaya bahwa pengalaman Metaverse yang imersif akan menjadi pembeda pasar dalam hal pengalaman pelanggan.

Laporan tersebut mensurvei 8.000 konsumen bersama dengan 1.000 organisasi di 12 negara di berbagai sektor. Survei ini dilakukan untuk memahami kompetensi, minat, dan dampak Metaverse terhadap perkembangan industri.

Baca Juga: Salut! Korea Selatan Optimis Mendominasi Metaverse. Gimana Caranya?

43% Konsumen Ingin Gunakan Metaverse untuk Bersosialisasi

43% Konsumen Ingin Gunakan Metaverse untuk Bersosialisasi
Dezeen

Charlton Monsanto, Global Immersive Experiences Offer Leader di Capgemini, mengatakan bahwa:

“Metaverse perlu mengatasi tantangan aksesibilitas dan privasi untuk dapat berkembang. Potensi metaverse bersifat transformatif dan keingintahuan konsumen dinilai tinggi.”

Pengetahuan dan aksesibilitas teknologi berjalan seiringan dengan perkembangan teknologi baru. Hal ini menjadi tantangan terbesar bagi brand yang paham teknologi untuk berkomunikasi dengan konsumen.

Survei tersebut juga melaporkan sejumlah interaksi Metaverse yang diharapkan oleh konsumen. Data menunjukkan bahwa sekitar 43% responden mengatakan mereka ingin berinteraksi dengan teman dan keluarga, sebanyak 39% menjawab interaksi dengan kolega, sebanyak 33% menjawab pengalaman terkait game, dan 28% responden lainnya menjawab interaksi berupa aktivitas komersial.

Bagaimana dengan Adopsi Metaverse di Indonesia?

Hasil survei yang dilakukan di Indonesia pun menunjukkan respon positif para responden terhadap adopsi Metaverse. Sebuah studi yang dilakukan oleh Ciena mengungkapkan angka kesiapan para profesional bisnis untuk berkolaborasi di dunia virtual.

Hasil studi ini dinilai mengejutkan karena faktanya sekitar 88 persen responden di Indonesia juga menyatakan siap berpartisipasi dalam rapat kerja di Metaverse dibandingkan memanfaatkan tool konferensi video yang sudah ada.

Seperti apa informasi selengkapnya mengenai hasil survei ini? Simak berita selengkapnya mengenai Studi Ungkap 88% Pekerja Indonesia Siap Bekerja di Metaverse di sini.

Referensi: