5 Cryptocurrency Terkemuka yang Mendorong Aplikasi Masa Depan

5 Cryptocurrency Terkemuka yang Mendorong Aplikasi Masa Depan

Dunia cryptocurrency terus berkembang pesat, dengan semakin banyak proyek baru yang bermunculan setiap harinya. Beberapa di antaranya memiliki potensi besar untuk mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia digital, dan bahkan dapat mendorong terciptanya aplikasi-aplikasi masa depan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lima cryptocurrency terkemuka yang memiliki potensi tersebut, yaitu Cartesi, Cardano, Status, Ethereum, dan Cortex.

1. Cartesi: Skalabilitas Tanpa Batas untuk Aplikasi Terdesentralisasi

1. Cartesi: Skalabilitas Tanpa Batas untuk Aplikasi Terdesentralisasi
TradingView

Cartesi adalah platform blockchain layer-2 yang dirancang untuk mengatasi keterbatasan skalabilitas Ethereum. Cartesi menggunakan teknologi rollup optimistik untuk memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) berjalan dengan lebih cepat dan efisien. Dengan Cartesi, dApps dapat memiliki skalabilitas yang hampir tak terbatas, tanpa mengorbankan keamanan atau desentralisasi.

Faktor-faktor yang Membuat Cartesi Unik

  • Rollup Optimistik: Cartesi menggunakan teknologi rollup optimistik untuk mencapai skalabilitas yang tinggi. Rollup optimistik bekerja dengan mengasumsikan bahwa semua transaksi valid, dan hanya memverifikasi transaksi yang disengketakan.
  • Linux Runtime: Cartesi menggunakan Linux runtime untuk menjalankan dApps. Ini memungkinkan dApps untuk menggunakan bahasa pemrograman dan pustaka yang sudah ada, sehingga memudahkan pengembang untuk membangun dApps di Cartesi.
  • Desain Modular: Cartesi memiliki desain modular yang memungkinkan pengembang untuk memilih fitur-fitur yang mereka butuhkan untuk dApps mereka. Ini membuat Cartesi sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan.

Kelebihan Cartesi

  • Skalabilitas Tinggi: Cartesi dapat mencapai skalabilitas yang hampir tak terbatas, sehingga cocok untuk dApps yang membutuhkan throughput transaksi yang tinggi.
  • Efisiensi Biaya: Cartesi menggunakan teknologi rollup optimistik untuk mengurangi biaya transaksi, sehingga dApps di Cartesi dapat lebih terjangkau bagi pengguna.
  • Fleksibilitas: Cartesi memiliki desain modular yang memungkinkan pengembang untuk memilih fitur-fitur yang mereka butuhkan untuk dApps mereka. Ini membuat Cartesi sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan.

Kekurangan Cartesi

  • Kompleksitas: Cartesi menggunakan teknologi yang cukup kompleks, sehingga mungkin sulit bagi pengembang pemula untuk membangun dApps di Cartesi.
  • Keamanan: Rollup optimistik memiliki potensi risiko keamanan, meskipun Cartesi telah mengambil langkah-langkah untuk memitigasi risiko ini.
  • Adopsi: Cartesi masih merupakan proyek yang relatif baru, sehingga belum banyak dApps yang dibangun di atasnya. Namun, adopsi Cartesi diperkirakan akan meningkat seiring dengan semakin banyaknya pengembang yang menyadari potensinya.

2. Cardano: Platform Blockchain yang Berfokus pada Skalabilitas dan Keamanan

nft cardano
Sumber: Medium

Cardano adalah platform blockchain generasi ketiga yang dirancang untuk mengatasi keterbatasan skalabilitas dan keamanan yang dihadapi oleh blockchain generasi sebelumnya. Cardano menggunakan teknologi Ouroboros, sebuah protokol konsensus proof-of-stake yang unik, untuk mencapai skalabilitas yang tinggi tanpa mengorbankan keamanan.

Faktor-faktor yang Membuat Cardano Unik

  • Ouroboros: Cardano menggunakan protokol konsensus Ouroboros untuk mencapai skalabilitas yang tinggi tanpa mengorbankan keamanan. Ouroboros bekerja dengan membagi blockchain menjadi beberapa rantai paralel, sehingga memungkinkan transaksi diproses secara bersamaan.
  • Bahasa Pemrograman Haskell: Cardano menggunakan bahasa pemrograman Haskell untuk membangun smart contract. Haskell adalah bahasa pemrograman fungsional yang dikenal dengan tingkat keamanannya yang tinggi, sehingga smart contract di Cardano lebih aman dari serangan.
  • Hard Fork Combinator: Cardano menggunakan hard fork combinator untuk memperbarui protokol blockchain tanpa harus melakukan hard fork yang kontroversial. Ini memungkinkan Cardano untuk terus berkembang dan berinovasi tanpa mengganggu pengguna.

Kelebihan Cardano

  • Skalabilitas Tinggi: Cardano dapat mencapai skalabilitas yang tinggi berkat protokol konsensus Ouroboros. Cardano saat ini dapat memproses hingga 250 transaksi per detik, dan skalabilitasnya akan terus meningkat seiring dengan perkembangan protokol Ouroboros.
  • Keamanan Tinggi: Cardano menggunakan bahasa pemrograman Haskell untuk membangun smart contract, yang dikenal dengan tingkat keamanannya yang tinggi. Smart contract di Cardano lebih aman dari serangan dibandingkan dengan smart contract di platform blockchain lainnya.
  • Fleksibel: Cardano memiliki desain modular yang memungkinkan pengembang untuk memilih fitur-fitur yang mereka butuhkan untuk dApps mereka. Ini membuat Cardano sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan.

Kekurangan Cardano

  • Lambat: Cardano dikenal dengan pengembangannya yang lambat. Hal ini karena Cardano sangat berhati-hati dalam mengembangkan protokol blockchainnya, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk memastikan bahwa protokol tersebut aman dan skalabel.
  • Biaya Transaksi Tinggi: Biaya transaksi di Cardano saat ini relatif tinggi. Hal ini karena Cardano masih dalam tahap pengembangan, dan biaya transaksi akan menurun seiring dengan semakin matangnya protokol blockchain Cardano.
  • Adopsi: Cardano masih merupakan proyek yang relatif baru, sehingga belum banyak dApps yang dibangun di atasnya. Namun, adopsi Cardano diperkirakan akan meningkat seiring dengan semakin banyaknya pengembang yang menyadari potensinya.

3. Status: Platform Komunikasi Terdesentralisasi

Status adalah platform komunikasi terdesentralisasi yang dibangun di atas blockchain Ethereum. Status memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan, berbagi file, dan melakukan panggilan suara dan video dengan aman dan terenkripsi. Status juga memiliki fitur obrolan grup, saluran publik, dan dukungan untuk token non-fungible (NFT).

Faktor-faktor yang Membuat Status Unik

  • Desentralisasi: Status adalah platform komunikasi terdesentralisasi yang tidak dikendalikan oleh pihak manapun. Ini berarti bahwa pengguna memiliki kendali penuh atas data mereka, dan tidak ada pihak ketiga yang dapat menyensor atau memata-matai komunikasi mereka.
  • Keamanan: Status menggunakan enkripsi end-to-end untuk melindungi komunikasi pengguna. Ini berarti bahwa hanya pengirim dan penerima pesan yang dapat membaca pesan tersebut, dan tidak ada pihak ketiga yang dapat mengaksesnya.
  • Fitur Lengkap: Status memiliki fitur lengkap yang dibutuhkan untuk platform komunikasi modern, termasuk pesan, berbagi file, panggilan suara dan video, obrolan grup, saluran publik, dan dukungan untuk NFT.

Kelebihan Status

  • Desentralisasi: Status adalah platform komunikasi terdesentralisasi yang tidak dikendalikan oleh pihak manapun. Ini berarti bahwa pengguna memiliki kendali penuh atas data mereka, dan tidak ada pihak ketiga yang dapat menyensor atau memata-matai komunikasi mereka.
  • Keamanan: Status menggunakan enkripsi end-to-end untuk melindungi komunikasi pengguna. Ini berarti bahwa hanya pengirim dan penerima pesan yang dapat membaca pesan tersebut, dan tidak ada pihak ketiga yang dapat mengaksesnya.
  • Fitur Lengkap: Status memiliki fitur lengkap yang dibutuhkan untuk platform komunikasi modern, termasuk pesan, berbagi file, panggilan suara dan video, obrolan grup, saluran publik, dan dukungan untuk NFT.

Kekurangan Status

  • Skalabilitas: Status saat ini masih menghadapi tantangan skalabilitas. Platform ini dapat menangani hingga 10.000 pengguna secara bersamaan, tetapi skalabilitasnya perlu ditingkatkan untuk mendukung lebih banyak pengguna.
  • Adopsi: Status masih merupakan proyek yang relatif baru, sehingga belum banyak pengguna yang menggunakannya. Namun, adopsi Status diperkirakan akan meningkat seiring dengan semakin banyaknya orang yang menyadari pentingnya privasi dan keamanan dalam komunikasi digital.
  • Ketergantungan pada Ethereum: Status dibangun di atas blockchain Ethereum, yang berarti bahwa skalabilitas dan biaya transaksi Status bergantung pada skalabilitas dan biaya transaksi Ethereum. Jika skalabilitas dan biaya transaksi Ethereum meningkat, maka skalabilitas dan biaya transaksi Status juga akan meningkat.

4. Ethereum: Platform Blockchain Terkemuka untuk Aplikasi Terdesentralisasi

ethereum etf
Sumber: Reuters

Ethereum adalah platform blockchain terkemuka untuk aplikasi terdesentralisasi (dApps). Ethereum memungkinkan pengembang untuk membangun dApps yang aman, transparan, dan tahan sensor. Ethereum juga memiliki ekosistem yang besar dan berkembang, dengan ribuan dApps yang sudah dibangun di atasnya.

Faktor-faktor yang Membuat Ethereum Unik

  • Desentralisasi: Ethereum adalah platform blockchain terdesentralisasi yang tidak dikendalikan oleh pihak manapun. Ini berarti bahwa pengguna memiliki kendali penuh atas data mereka, dan tidak ada pihak ketiga yang dapat menyensor atau memata-matai aktivitas mereka.
  • Keamanan: Ethereum menggunakan mekanisme konsensus proof-of-work untuk mengamankan blockchain. Proof-of-work adalah mekanisme konsensus yang sangat aman, dan Ethereum belum pernah diretas sejak diluncurkan pada tahun 2015.
  • Ekosistem: Ethereum memiliki ekosistem yang besar dan berkembang, dengan ribuan dApps yang sudah dibangun di atasnya. Ekosistem Ethereum juga didukung oleh banyak perusahaan dan organisasi besar, seperti Microsoft, IBM, dan JPMorgan Chase.

Kelebihan Ethereum

  • Desentralisasi: Ethereum adalah platform blockchain terdesentralisasi yang tidak dikendalikan oleh pihak manapun. Ini berarti bahwa pengguna memiliki kendali penuh atas data mereka, dan tidak ada pihak ketiga yang dapat menyensor atau memata-matai aktivitas mereka.
  • Keamanan: Ethereum menggunakan mekanisme konsensus proof-of-work untuk mengamankan blockchain. Proof-of-work adalah mekanisme konsensus yang sangat aman, dan Ethereum belum pernah diretas sejak diluncurkan pada tahun 2015.
  • Ekosistem: Ethereum memiliki ekosistem yang besar dan berkembang, dengan ribuan dApps yang sudah dibangun di atasnya. Ekosistem Ethereum juga didukung oleh banyak perusahaan dan organisasi besar, seperti Microsoft, IBM, dan JPMorgan Chase.

Kekurangan Ethereum

  • Skalabilitas: Ethereum saat ini menghadapi tantangan skalabilitas. Platform ini dapat menangani hingga 15 transaksi per detik, tetapi skalabilitasnya perlu ditingkatkan untuk mendukung lebih banyak pengguna.
  • Biaya Transaksi: Biaya transaksi di Ethereum saat ini relatif tinggi. Hal ini karena Ethereum menggunakan mekanisme konsensus proof-of-work, yang membutuhkan banyak daya komputasi. Biaya transaksi di Ethereum diperkirakan akan menurun seiring dengan semakin berkembangnya teknologi blockchain.
  • Kompleksitas: Ethereum adalah platform blockchain yang kompleks, sehingga mungkin sulit bagi pengembang pemula untuk membangun dApps di Ethereum.

5. Cortex: Platform Blockchain untuk Kecerdasan Buatan

artificial intelligence
Sumber: MarkTechPost

Cortex adalah platform blockchain untuk kecerdasan buatan (AI). Cortex memungkinkan pengembang untuk membangun model AI yang aman, transparan, dan tahan sensor. Cortex juga memiliki ekosistem yang besar dan berkembang, dengan ratusan proyek AI yang sudah dibangun di atasnya.

Faktor-faktor yang Membuat Cortex Unik

  • Desentralisasi: Cortex adalah platform blockchain terdesentralisasi yang tidak dikendalikan oleh pihak manapun. Ini berarti bahwa pengguna memiliki kendali penuh atas data mereka, dan tidak ada pihak ketiga yang dapat menyensor atau memata-matai aktivitas mereka.
  • Keamanan: Cortex menggunakan mekanisme konsensus proof-of-stake untuk mengamankan blockchain. Proof-of-stake adalah mekanisme konsensus yang sangat aman, dan Cortex belum pernah diretas sejak diluncurkan pada tahun 2018.
  • Ekosistem: Cortex memiliki ekosistem yang besar dan berkembang, dengan ratusan proyek AI yang sudah dibangun di atasnya. Ekosistem Cortex juga didukung oleh banyak perusahaan dan organisasi besar, seperti Google, Amazon, dan Microsoft.

Kelebihan Cortex

  • Desentralisasi: Cortex adalah platform blockchain terdesentralisasi yang tidak dikendalikan oleh pihak manapun. Ini berarti bahwa pengguna memiliki kendali penuh atas data mereka, dan tidak ada pihak ketiga yang dapat menyensor atau memata-matai aktivitas mereka.
  • Keamanan: Cortex menggunakan mekanisme konsensus proof of stake untuk mengamankan blockchain. Proof-of-stake adalah mekanisme konsensus yang sangat aman, dan Cortex belum pernah diretas sejak diluncurkan pada tahun 2018.
  • Ekosistem: Cortex memiliki ekosistem yang besar dan berkembang, dengan ratusan proyek AI yang sudah dibangun di atasnya. Ekosistem Cortex juga didukung oleh banyak perusahaan dan organisasi besar, seperti Google, Amazon, dan Microsoft.

Kekurangan Cortex

  • Skalabilitas: Cortex saat ini menghadapi tantangan skalabilitas. Platform ini dapat menangani hingga 100 transaksi per detik, tetapi skalabilitasnya perlu ditingkatkan untuk mendukung lebih banyak pengguna.
  • Biaya Transaksi: Biaya transaksi di Cortex saat ini relatif tinggi. Hal ini karena Cortex menggunakan mekanisme konsensus proof-of-stake, yang membutuhkan banyak daya komputasi. Biaya transaksi di Cortex diperkirakan akan menurun seiring dengan semakin berkembangnya teknologi blockchain.
  • Kompleksitas: Cortex adalah platform blockchain yang kompleks, sehingga mungkin sulit bagi pengembang pemula untuk membangun proyek AI di Cortex.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi