Next Level! 16 Koleksi NFT Ini Siap Dipamerkan di Museum Seni Modern Bergengsi di Prancis

author:

Next Level! 16 Koleksi NFT Ini Siap Dipamerkan di Museum Seni Modern Bergengsi di Prancis

Tak bisa dipungkiri, hingga kini perkembangan Non-Fungible Token (NFT) semakin dilirik. Dikabarkan oleh Cointelegraph (12/2/23), pada musim semi tahun 2023 ini, pameran baru yang menargetkan perpaduan antara seni dan blockchain akan dibuka di Centre Pompidou, sebuah museum dari koleksi seni modern pertama di Eropa.

Lebih Dari 16 Koleksi NFT Akan Dipamerkan

Sumber: Twitter

Dibagikan langsung oleh akun Twitter Centre Pompidou pada 10 Februari 2023, museum seni kontemporer terkemuka di Paris ini akan membuka sebuah pameran permanen yang menargetkan perpaduan antara seni dan blockchain yang diwakili oleh Non-Fungible Token (NFT). Menurut pengumuman yang dibagikan, Centre Pompidou akan menampilkan lebih dari 16 koleksi NFT dari seniman digital di seluruh dunia, termasuk koleksi NFT populer, seperti CryptoPunk #110 dan Autoglyph #25.

Terkait hal ini, Xavier Rey, selaku direktur Museum Nasional Seni Modern Prancis, mencatat bahwa Centre Pompidou “menunjukkan ketertarikannya pada seni digital, yang berhubungan dengan blockchain.” Selain itu, Rey juga mengatakan,

“Web3 adalah wilayah inovatif yang kini dimanfaatkan oleh para seniman untuk menciptakan karya yang orisinal dan berani. Tak hanya itu, dengan beberapa koleksi yang akan ditampilkan nanti akan menegaskan kembali dukungan kami kepada para seniman dalam penaklukan mereka terhadap cara-cara baru untuk berekspresi, yang merupakan fondasi seni modern.”

Koleksi NFT CryptoPunk dan Autoglyph

NFT Cryptopunk
Sumber: Christie’s

Menurut laporan Decrypt (11/1/23), Centre Pompidou adalah museum seni modern terbesar di Eropa, dan pameran koleksi NFT ini jadi penanda bahwa Centre Pompidou telah menerima NFT ke dalam koleksinya untuk pertama kali. Sebelumnya, Centre Pompidou telah banyak menyimpan karya-karya besar, seperti dari seniman terobosan Vassily Kandinsky, Marc Chagall, Henri Matisse, dan Frida Kahlo.

Mengenai keterlibatan koleksi NFT-nya di museum bergengi di Paris, salah satu pendiri Yuga Labs, Greg Solano menyatakan,

“Melihat CryptoPunk #110 akan ditampilkan di Centre Pompidou, yang bisa dibilang museum seni kontemporer paling bergengsi di dunia adalah momen yang luar biasa bagi ekosistem Web3 dan NFT, dan kami merasa terhormat dapat membantu mendorong percakapan budaya ini,”

Bukan pertama kali, Decrypt melaporkan bahwa Yuga Labs, selaku pemilik IP CryptoPunks, telah menyumbangkan beberapa koleksi NFT-nya ke museum melalui Proyek Warisan Punks. Inisiatif ini bertujuan untuk menempatkan CryptoPunks di museum-museum terkemuka di seluruh dunia, dimulai dengan donasi CryptoPunk #305 ke Institut Seni Kontemporer Miami pada bulan November 2022 lalu.

Menurut CoinGecko, CryptoPunks, koleksi NFT yang dicetak di blockchain Ethereum, adalah salah satu koleksi gambar profil (PFP) NFT yang paling dominan dan populer di dunia crypto. Hingga saat ini, terdapat 10,000 CryptoPunks yang beredar, dan yang paling termurah dapat dibeli dengan harga 63 ETH, atau sekitar $95,000, atau setara dengan Rp1,4 juta.

Baca juga: Pasar NFT Melambung Lagi, 2 NFT Ini Laku Hingga Rp20 Miliar

Sumber: Twitter

Sementara itu, koleksi NFT Autoglyphs, yang juga ikut mendonasikan koleksi NFT-nya ke Centre Pompidou, terlihat jauh lebih langka. Proyek seni generatif berbasis Ethereum dari Larva Labs ini hanya menampilkan total 512 NFT. Harga dasar saat ini (atau harga NFT termurah yang terdaftar) untuk proyek Autogylphs adalah 249 ETH, atau lebih dari $377,000, atau Rp5,7 juta.

Berdasarkan tweet yang diunggah pada 11 Februari 2023, Larva Labs merasa terhormat untuk terlibat dalam pameran seni di Centre Pompidou bersama NFT CryptoPunk dengan cara mendonasikan koleksi NFT-nya.

Hingga awal Februari 2023 ini, kabar baik mengenai pasar NFT terus dijumpai. Pasalnya, pada Januari 2023 lalu, NFT dikabarkan terlihat semakin bullish. Baca selengkapnya di Penjualan NFT Melonjak Hingga 52% Setelah Tahun Baru!


Referensi: