Berita

Ingin Menguangkan Bitcoin? Berikut Cara Tukar Bitcoin Ke Rupiah!4 min read

Oktober 5, 2020 3 min read

Ingin Menguangkan Bitcoin? Berikut Cara Tukar Bitcoin Ke Rupiah!4 min read

Reading Time: 3 minutes

Ingin berinvestasi Bitcoin namun belum tahu bagaimana cara menarik Bitcoin ke Rupiah? Tenang guys! Pada artikel ini, Pintu akan mengungkap rahasia dan tips menguangkan Bitcoin yang kamu miliki ke mata uang rupiah hanya dalam waktu hitungan menit saja. Check this out!

Seperti diketahui, Bitcoin dan aset cryptocurrency lainnya merupakan komoditas layaknya emas, kelapa sawit, batu bara, dll. Hal ini sudah diatur oleh Bappebti, selaku regulator cryptocurrency di Indonesia.

Karena Bitcoin layaknya emas yang memiliki tingkat likuiditas yang baik, Bitcoin menjadi mudah untuk diperjualbelikan. Dengan cara investor memasang harga jual atau harga beli, ataupun menggunakan metode beli/jual secara langsung di masing-masing cryptocurrency exchange di mana kamu membeli aset-aset digital tersebut.

Dari keuntungan yang didapatkan dari capital gain atau transaksi jual-beli cryptocurrency, tentunya ada satu langkah lagi yang perlu kamu lakukan bila kamu ingin menikmati hasil investasi cryptocurrency milikmu. Lantaran, kamu perlu mengubah aset digital tersebut ke dalam bentuk rupiah atau mata uang fiat.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menjual Bitcoin.

  1. Menerapkan Strategi Jual

Momen terbaik bagi seorang investor saat ingin menjual aset-asetnya adalah ketika harga sedang mengalami kenaikan dibanding harga beli sebelumnya.

Tetapi, seringkali prediksi pergerakan harga yang ditetapkan oleh investor tidak berjalan sesuai rencana. Bila demikian, jika harga aset tersebut turun, kamu perlu menerapkan hal-hal berikut ini:

  • Jika kamu adalah seorang trader yang tidak bisa memegang aset digital milikmu cukup lama, kamu bisa menetapkan cut loss atau menjualnya saat harga-aset cryptocurrency yang kamu pegang terus mengalami penurunan. Hal ini perlu dilakukan oleh seorang trader agar tidak mengalami risiko kerugian yang besar akibat harga aset digital merosot begitu tajam.
  • Namun bila kamu adalah seorang investor yang bisa menjaga aset digitalmu cukup lama (investasi jangka panjang), kamu hanya perlu memperhatikan faktor fundamental dari koin digital yang kamu simpan. Apakah ada sentimen negatif maupun positif dari faktor pasar.
    Jika kamu menemukan adanya perubahan fundamental yang diakibatkan oleh faktor pasar dan membuat harga aset digitalmu menurun, kamu bisa mengambil langkah cut loss.

Untuk trader profesional rata-rata memiliki loss ratio 60%-70%, yang memiliki arti dalam sepuluh kali melakukan trading hanya sekitar 6-7 kali menang dan sisanya kalah. 

Beruntunglah bagi kamu yang saat ini sudah menyimpan atau membeli Bitcoin. Lantaran, Bitcoin sedang memasuki tren bullish pasca halving day dan dipengaruhi oleh sentimen positif dari pasar. Di mana, kebijakan suku bunga acuan The Fed hingga 0% membuat nilai tukar dolar AS tertekan.

Sehingga, agar dana investor tidak tergerus oleh inflasi saat menyimpan mata uang fiat, investor mengalihkan aset-asetnya ke dalam Bitcoin guna meraup cuan dari kenaikan harga Bitcoin yang sudah mencapai lebih dari 60% sepanjang tahun 2020.

2. Pilih Crypto Exchange dengan Biaya Penarikan Termurah

Memilih di mana tempat kamu menjual dan membeli aset-aset digital tidak bisa dilakukan di sembarang tempat, melainkan hal yang perlu kamu cermati adalah besaran biaya penarikan dan biaya transaksi (jual atau beli). Lantaran, ketika biaya-biaya tersebut tergolong kecil, hal ini merupakan kabar baik bagi investor untuk semakin memaksimalkan potensi profitnya.

3. Biaya Penarikan Bitcoin ke Rupiah Lewat Dompet Pintu Murah Meriah

Pintu adalah sebuah wallet crypto yang terintegrasi dengan berbagai aset cryptocurrency di luar sana seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tether (USDT), dan sejumlah koin DeFi lainnya. Bila kamu menggunakan dompet Pintu, Investor bukan hanya bisa menyimpan dan menarik aset crypto saja. Melainkan, kamu juga bisa membeli aset-aset crypto teratas yang ada saat ini.

Di Pintu, investor tidak akan dibebankan dengan biaya transaksi (jual/beli) dan komisi. Karena semua harga beli dan harga jual yang tercantum di aplikasi Pintu sudah bersifat final dan tidak ada biaya-biaya tambahan lainnya. Sedangkan, bagi investor yang ingin menarik Bitcoin ke rupiah, kamu hanya akan dikenakan biaya flat sebesar Rp 4.500/transaksi.

Selain murah, investor juga tidak perlu takut penarikan aset crypto yang dilakukan lambat, lantaran tim operasional Pintu selalu siap siaga melayani setiap investor selama 24 jam sehari, setidaknya investor hanya perlu menunggu 5-10 menit saja untuk melakukan penarikan aset crypto lewat Pintu.

Langkah-Langkah Menukar Bitcoin ke Rupiah di Dompet Pintu.

Sebelum melakukan penarikan aset crypto di Pintu, pastikan bahwa kamu sudah terdaftar sebagai investor Pintu, bila kamu belum terdaftar di akun Pintu, kamu bisa mendaftarkan dirimu dengan mengikuti langkah-langkahnya lewat video ini https://www.youtube.com/watch?v=chzeBvGSDdQ

Kemudian, bila kamu sudah memiliki akun Pintu dan melakukan deposit, serta telah membeli Bitcoin. Kamu bisa menarik Bitcoin ke Rupiah dengan langkah-langkah berikut ini:

  1. Bila kamu sudah login ke akun Pintu milikmu, kamu bisa klik “Tarik” di dompet Pintu yang memiliki saldo Bitcoin.
  2. Lalu, kamu bisa memasukkan jumlah penarikan yang diinginkan dengan minimal penarikan sebesar Rp 50.000.
  3. Jangan lupa, untuk menambahkan akun bank kamu yang ingin dikirimkan uangnya.
  4. Langkah terakhir, kamu tinggal klik “Lanjutkan”.
  5. Investor hanya tinggal menunggu Bitcoin yang ditarik ke Rupiah masuk ke akun bank.

Setelah membaca artikel ini, apakah kamu masih beranggapan bahwa menarik aset crypto ke rupiah itu sulit? Tidak kok, asalkan kamu memilih cryptocurrency exchange terpercaya yang ada di Indonesia seperti Pintu dengan memberikan jaminan 100% aset crypto tetap aman saat disimpan oleh investor.