Portofolio Crypto Donald Trump: Rugi Rp181,92 Miliar dalam Setahun, Ini 6 Pelajarannya
Jakarta, Pintu News – Nilai portofolio aset digital milik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan merosot tajam hingga 94% dalam kurang dari satu tahun. Dari sekitar $11,49 juta (Rp194,26 miliar), nilainya menyusut menjadi $704.845 (Rp11,92 miliar), sehingga total penurunan mencapai $10,76 juta (Rp181,92 miliar). Kasus ini menyorot kembali risiko volatilitas crypto dan cryptocurrency, terutama pada aset yang sangat bergantung pada tren.
1. Dari $11,49 Juta ke $704.845: Skala Penurunan yang Tidak Kecil
Berdasarkan data yang dikutip artikel, portofolio kripto Trump sempat bernilai $11,49 juta (Rp194,26 miliar) pada hari pelantikannya. Memasuki 2026, nilainya dilaporkan tinggal $704.845 (Rp11,92 miliar), atau turun sekitar 94%. Perubahan sebesar ini menunjukkan bahwa drawdown ekstrem masih mungkin terjadi bahkan pada portofolio bernilai jutaan dolar.
- Nilai awal: $11,49 juta (Rp194,26 miliar)
- Nilai akhir: $704.845 (Rp11,92 miliar)
- Kerugian: $10,76 juta (Rp181,92 miliar)
Baca Juga: 7 Alasan Emas On-Chain Naik Daun: Trading 24/7 Saat Pasar Tutup, XAUT-USDT Jadi Incaran
2. Konsentrasi pada Meme Token Memperbesar Risiko

Porsi besar portofolio disebut ditempatkan pada token bertema figur publik, termasuk Trump Frog (TROG). Token jenis ini sering bergerak mengikuti atensi pasar dan likuiditas jangka pendek, bukan utilitas fundamental yang stabil. Ketika sentimen berbalik, koreksi bisa sangat dalam karena pembeli baru mengering.
- Trump Frog (TROG): dari $5,38 juta (Rp90,96 miliar) menjadi $212.460 (Rp3,59 miliar)
- Harga TROG: dari $0,000026 (≈Rp0,44) ke $0,000001 (≈Rp0,02); pernah puncak $0,0001163 (≈Rp1,97)
3. Token TRUMP dan GUA: Penurunan 98%–99% Menegaskan Fragilitas Narasi
Selain TROG, artikel menyebut token TRUMP (TRUMP) dan GUA (GUA) juga merosot nyaris habis. Token yang mengandalkan nama besar cenderung rapuh ketika narasi melemah, karena permintaan bisa hilang lebih cepat dibanding aset dengan basis penggunaan. Untuk kamu, ini menekankan pentingnya memisahkan “popularitas” dari “kelayakan investasi” ketika menilai sebuah cryptocurrency.
- TRUMP (TRUMP): dari $1,6 juta (Rp27,05 miliar) menjadi $22.470 (Rp0,38 miliar)
- GUA (GUA): dari $532.520 (Rp9,00 miliar) menjadi $4.690 (Rp79,29 juta)
4. Tekanan Pasar Lebih Luas: Aset Utama Ikut Terkoreksi
Artikel juga mengaitkan kerugian ini dengan tekanan pasar kripto global yang lebih luas. Bitcoin (BTC) disebut turun hampir 50% dari rekor $126.080 (Rp2,13 miliar), sementara Ethereum (ETH) disebut anjlok 60% dari puncak $4.946 (Rp83,62 juta). Artinya, koreksi tidak hanya menghantam meme token, tetapi juga aset besar yang biasanya dianggap relatif lebih mapan.
Penurunan pada aset utama dapat mempersempit likuiditas dan meningkatkan aversi risiko di seluruh pasar. Dalam kondisi seperti itu, aset berbeta tinggi—termasuk meme token—sering mengalami penurunan yang lebih tajam. Ini menjelaskan mengapa portofolio yang didominasi aset spekulatif bisa jatuh lebih dalam daripada indeks pasar kripto secara umum.
5. “Volatilitas” Bukan Sekadar Istilah, Tapi Risiko Modal
Kasus ini menggambarkan bahwa volatilitas di crypto dan cryptocurrency dapat berbentuk drawdown berkepanjangan, bukan hanya fluktuasi harian. Jika kamu masuk pada fase euforia, risiko terbesar sering bukan sekadar koreksi kecil, melainkan hilangnya likuiditas saat banyak pihak keluar bersamaan. Karena itu, memahami struktur pasar (likuiditas, konsentrasi holder, dan katalis berita) sama pentingnya dengan membaca grafik.
Dalam konteks token berbasis tren, pemulihan ke harga semula sering menuntut siklus atensi baru yang belum tentu terjadi. Selain itu, semakin dalam penurunan, semakin besar kenaikan yang dibutuhkan untuk kembali ke titik impas. Ini membuat “menunggu balik modal” menjadi strategi yang mahal secara waktu dan peluang.
6. Implikasi Praktis untuk Kamu: Seleksi Aset dan Manajemen Risiko
Jika kamu ingin mengurangi risiko ekstrem, pelajaran utamanya adalah menghindari konsentrasi berlebihan pada aset yang hanya ditopang hype. Diversifikasi lintas kategori (aset utama, infrastruktur, dan alokasi spekulatif yang kecil) biasanya menurunkan risiko kehancuran portofolio saat sentimen memburuk. Selain itu, ukuran posisi dan batas kerugian (risk limit) sering lebih menentukan hasil daripada tebakan arah pasar.
Kasus ini juga menegaskan perlunya memisahkan tujuan investasi: menabung jangka panjang, trading jangka pendek, atau spekulasi berbasis tren. Untuk aset spekulatif, kamu perlu memperlakukan volatilitas sebagai “fitur” yang melekat, bukan anomali. Dengan begitu, ekspektasi return dan risiko menjadi lebih realistis.
Baca Juga: 5 Keunggulan Deposito Emas Pegadaian
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
- Watcher Guru. Donald Trump Loses $10.76 Million After Crypto Portfolio Plunges 94%. Diakses tanggal 4 Maret 2026.