Harga Bitcoin Terburuk Sejak 2022, Ini 3 Hal yang Perlu Diketahui!

Harga Bitcoin Terburuk Sejak 2022, Ini 3 Hal yang Perlu Diketahui!

Jakarta, Pintu News – Pasar kripto kembali diguncang dengan penurunan harga Bitcoin (BTC) yang menembus di bawah $65.000, memicu kekhawatiran di kalangan investor dan analis. Tekanan jual yang masif, ketidakpastian geopolitik, serta inflasi yang terus meningkat membuat suasana pasar semakin suram.

Indeks Fear & Greed untuk kripto bahkan menyentuh level terendah sepanjang sejarah, menandakan kepanikan yang melanda komunitas aset digital. Apakah ini pertanda akan datangnya titik balik, atau justru awal dari penurunan yang lebih dalam?

Sentimen Pasar Kripto: Ketakutan Ekstrem dan Tekanan Jual Besar-besaran

Indeks Fear & Greed untuk pasar kripto kini berada di angka 5/100, menandakan kondisi “extreme fear” yang belum pernah terjadi sejak bear market tahun 2022. Selama hampir tiga minggu terakhir, sentimen negatif ini bertahan tanpa ada tanda-tanda pemulihan signifikan.

Banyak analis menilai bahwa para pemegang jangka panjang (hodlers) mulai kehilangan kepercayaan dan memilih untuk keluar dari pasar. Hal ini diperkuat dengan volume likuidasi lintas aset kripto yang mencapai hampir $500 juta dalam 24 jam terakhir.

Tekanan jual yang terjadi pada penutupan mingguan membuat harga Bitcoin (BTC) sempat menyentuh level terendah lokal di $64.258 sebelum akhirnya sedikit pulih. Para trader profesional seperti Castillo Trading dan BitBull masih berharap adanya rebound menuju $75.000 hingga $78.200, namun mayoritas pelaku pasar tetap pesimis.

Volume transaksi yang meningkat saat harga turun menjadi sinyal kuat bahwa tekanan jual masih mendominasi. Sementara itu, trader Roman memperkirakan potensi penurunan lebih lanjut hingga ke level $50.000.

Faktor Eksternal: Geopolitik, Inflasi, dan Kebijakan Tarif AS

Selain faktor internal, pasar kripto juga dibayangi oleh ketidakpastian global yang semakin meningkat. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, serta kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump, menambah beban bagi aset berisiko seperti Bitcoin (BTC).

Setelah Mahkamah Agung AS memutuskan beberapa tarif sebelumnya ilegal, Trump merespons dengan pengenaan tarif pengganti sebesar 15%. Kondisi ini membuat pasar saham AS dan kripto sama-sama mengalami tekanan pada awal pekan. Inflasi yang terus memanas juga menjadi perhatian utama, terutama setelah data Personal Consumption Expenditures (PCE) dan Producer Price Index (PPI) menunjukkan kenaikan di atas ekspektasi.

Baca juga: Harga Emas Digital Hari Ini, Selasa 24 Februari 2026

Laporan dari Mosaic Asset Company menyoroti bahwa inflasi konsumen masih jauh di atas target The Fed dan mengalami percepatan tertinggi sejak Februari tahun lalu. Para analis memperkirakan volatilitas akan tetap tinggi hingga rilis data PPI terbaru minggu ini. Situasi ini membuat investor semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan di pasar kripto.

Peran Whale dan Pola Bear Market 2022 Kembali Terulang

Sumber: Cointelegraph

Analisis onchain terbaru menunjukkan bahwa whale Bitcoin (BTC) masih aktif mengirimkan aset mereka ke bursa, menandakan potensi aksi jual besar-besaran dalam waktu dekat. CryptoQuant mencatat Exchange Whale Ratio telah mencapai 70%, level yang secara historis sering diikuti oleh gelombang penjualan signifikan.

Sumber: Cointelegraph

Dengan suplai Bitcoin (BTC) di bursa yang terus meningkat dan minimnya pembeli baru, risiko penurunan harga ke area $60.000 semakin besar. Kondisi ini menciptakan “strategic tension” antara penjual yang agresif dan pembeli yang enggan masuk pasar. Selain itu, pola pergerakan harga Bitcoin (BTC) saat ini sangat mirip dengan bear market tahun 2022, terutama jika dilihat dari indikator anchored volume-weighted average price (AVWAP).

Penutupan harga di bawah AVWAP pada awal Februari menjadi sinyal konfirmasi tren bearish yang kuat. Indikator pertumbuhan market cap terhadap realized cap juga menunjukkan Bitcoin (BTC) berada di zona bear market yang dalam. Banyak analis kini menyoroti level harga realisasi sebagai potensi lantai baru untuk jangka panjang.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi